oleh

Evaluasi Berharga untuk Tim Skrikandi Honda DBL All-Star

SURABAYA-Tim Honda DBL Indonesia All-Star 2019 kembali menjalani training camp di Surabaya. Training camp ini merupakan yang terakhir sebelum mereka diberangkatkan ke Amerika Serikat, 18 Februari nanti. Pada hari pertama training camp, Senin (13/2) malam, tim putra dan tim putri Honda DBL Indonesia All-Star 2019 kembali melakukan latihan. Setelah sekian lama berpisah akhirnya mereka kembali dipertemukan dalam satu tim untuk menjalin kembali chemistry yang mungkin sempat hilang beberapa waktu.

Selama dua jam, mereka melakukan rangkaian latihan yang dipimpin oleh Coach Athini Mardlatika El Hassan dan Coach Dhimaz Anies. Beberapa pemain pun tampak kelelahan dan mengalami minor injury. Coach Athini mengatakan, latihan untuk skuad putri yang berhadapan dengan ‘Surabaya Fever’, Jumat (14/2) menitikberatkan conditioning, mengulas pattern yang sudah pernah dilatih sejak training camp pertama serta meningkatkan kekompakan antar pemain.

Baca Juga:  Direktur PT. Sudarta Consulting Angkat Bicara Mengenai Kasus yang Menimpanya

“Yang paling susah yaitu memastikan konsistensi fisik masing-masing pemain, karena ada yang baru selesai dari Kejurnas. Jadi tim pelatih harus kembali menyesuaikan sistem latihan dengan sistem yang juga mereka dapatkan di Kejurnas ataupun di sekolah,” tutur Coach Athini.

Namun sayang, persiapan mereka seolah belum cukup. Srikandi Honda DBL Indonesia All-Star 2019 harus mengakui keunggulan Surabaya Fever dengan skor akhir 90-33.

Baca Juga:  AFC Resmi Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Asia Wanita U-17 2022

Dominasi Surabaya Fever memang terlihat dari awal laga. Skuad yang diperkuat oleh beberapa mantan pemain All-Star seperti Jovita Elizabeth, Henny Sutjiono, Annisa Widiarni dan Sumiati ini pun tampil trengginas. Tembakan tiga angka dan drive panjang Surabaya Fever terus menggempur pertahanan putri All-Star. Surabaya Fever pun unggul cepat di paruh awal laga dengan skor 38-14.

Putri All-Star juga mencoba bermain lebih enjoy di kuarter ketiga. Drive-drive tajam yang dilakukan Evelyn Fiyo dan Brylia Tumanduk juga beberapa kali menghasilkan angka. Sayang, usaha mereka masih belum berhasil mengejar ketertinggalan skor. Keunggulan 90-33 untuk Surabaya Fever bertahan hingga akhir laga.

Baca Juga:  Siaga Bencana, Pemkot Jakut Gerakkan 18 KSB

Meski timnya kalah hari ini, pelatih putri DBL All-Star, Rustawijaya tetap memberikan apresiasi. Ia pun mendapatkan beberapa catatan penting untuk timnya dari laga hari ini.

“Mereka sudah bermain dengan semangat apalagi lawannya adalah salah satu tim basket profesional. Hanya saja saya akan benahi lagi soal teamwork dan juga finishing. Terutama untuk para centernya,” ujar coach Rusta.

Hal serupa pun juga diungkapkan oleh pelatih Surabaya Fever, Wellyanto Pribadi. “Saya rasa setiap tahunnya tim All-Star ini mengalami peningkatan dari segi kualitas individunya. Hanya saja saya melihat variasi serangannya masih kurang dan finishing masih perlu diperbaiki,” ujarnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga