Disdik Jabar Tindak Tegas Aksi Kekerasan Oknum Guru

Disdik Jabar Tindak Tegas Aksi Kekerasan Oknum Guru
Dewi Sartika, Kepala Disdik Jabar
0 Komentar

BANDUNG-Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar mengecam setiap kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, termasuk tindakan pemukulan oleh oknum guru di SMA Negeri 12 Kota Bekasi.

Menanggapi kejadian
tersebut, Disdik Jabar bergerak cepat dalam pemeriksaan terhadap kasus itu
dan memberikan sanksi tegas terhadap setiap tindakan yang bertentangan dengan
hukum.

Untuk itu,
sesuai mekanisme yang berlaku, Kepala SMAN 12 Bekasi mengeluarkan Surat Keputusan
nomor 421/617/SMAN.12/BKS/XI/2019 yang secara resmi mencopot oknum guru
tersebut dari jabatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Baca Juga:Setiawan Jabat Sekda DefinitifPersib Miliki Pelatih Kiper Jempolan

“Disdik
Jabar bertindak tegas dalam menanggapi kasus (pemukulan di SMAN 12 Bekasi)
ini. Sudah tidak zamannya lagi melakukan kekerasan untuk membina siswa
supaya menjadi benar,” ujar Kepala Disdik Jabar Dewi Sartika saat
ditemui di kantornya, Kamis (13/2) melalui rilis Humas Jabar.

Keputusan
diambil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan
dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (pasal 11).
Selain menolak pemukulan terhadap siswa, Disdik Jabar juga mengecam tindakan
oknum guru tersebut karena mencederai komitmen dalam menghadirkan sistem dan
tata kelola pendidikan yang maju.

“Tentunya
hal itu (pemukulan) mencederai dunia pendidikan, padahal kami sudah meluncurkan
berbagai program peningkatan kualitas mental, termasuk (bagi) guru,”
tambah Dewi.

Berbagai
program unggulan dalam memajukan dunia pendidikan Jabar melalui aset
fundamental itu, lanjut Dewi, di antaranya adalah program Jabar Masagi dan
kampanye #SenyumKarena.

Dewi
menjelaskan, Jabar Masagi merupakan program yang digulirkan Pemda Provinsi
Jabar untuk mendorong guru dalam mengembangkan pola ajar berbasis pendidikan
karakter, budaya atau kearifan lokal Jawa Barat.

Tujuannya
kata dia, dunia pendidikan Jabar bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM)
berkualitas yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tapi juga memiliki
akhlak dan kekuatan spiritual. Termasuk fisik yang mumpuni serta memiliki
kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami
(harti/karsa), belajar melakukan (bukti), dan belajar hidup bersama
(bakti/dumadi nyata).

Sementara
sesuai namanya, kampanye #SenyumKarena mendorong aktivitas positif dimulai dari

0 Komentar