BANDUNG-Tim nasional Indonesia asuhan Shin Tae Yong kabarnya memanggil 34 pemain untuk melakukan pemusatan latihan. Dari daftar nama yang beredar, Febri Hariyadi masuk dalam national pool pelatih asal Korea Selatan tersebut. Namun hingga saat ini dari pihak Persib mengaku belum mendapat surat panggilan dari PSSI.
Robert Rene Alberts mengatakan, belum menerima
instruksi dari federasi sepakbola Indonesia untuk melepas Febri. Untuk itu ia
masih membawa Febri berlatih bersama timnya dan masuk proyeksi skuat yang
bertanding melawan Barito Putera. Dia juga mengaku keberatan jika harus melepas
Febri.
“Pertanyaan menarik. Tidak ada surat resmi yang kami
terima melalui manajemen klub. Jadi kami tak bisa melepas pemain (ke timnas)
tanpa surat resmi. Tapi saya juga melihat dan membaca ada banyak pelatih yang
tidak setuju dengan pemanggilan ini, karena bukan kalender FIFA,” ujar Robert
di Graha Persib, Selasa (11/2) dilansir dari simamaung.com.
Baca Juga:Begini Ungkapan Perasaan Wander Luiz Setelah Resmi Dikontrak PersibBeni Oktovianto Tak Sabar Cicipi Liga 1 2020
Penting bagi Febri untuk fokus dulu mengisi masa
pramusim di Persib karena ini jadi modal untuk menatap musim baru. Agenda
pemusatan latihan timnas saat ini sendiri bukan masuk ke dalam kalender FIFA.
Maka dari itu Robert ingin winger andalannya tersebut tidak meninggalkan tim di
sisa preseason.
“Dan setiap klub juga sedang bersiap untuk menghadapi
musim kompetisi baru, jadi setiap pemain harus ada di sana (latihan pramusim
klub). Jadi Febri juga masih ada dalam latihan kami pagi tadi, dia belum pergi
ke timnas,” jelas pria 64 tahun ini.
Polemik terkait pemanggilan pemain ke timnas di luar kalender
FIFA sendiri bukan kali ini saja. Namun ini masalah yang dari musim-musim
sebelumnya kerap terjadi dan Robert sudah sering mengkritisi itu. Menurutnya,
hal ini sudah seharusnya dibenahi oleh federasi.
“Dan sekali lagi, pertanyaan untuk sepakbola Indonesia,
siapa yang menjadi prioritas dalam situasi ini. Karena jika melihat sepakbola
profesional di seluruh dunia, klub menjadi prioritas bagi pemain jika tidak
sedang dalam agenda FIFA,” jelasnya.
“Jadi ini masalah yang harus segera diselesaikan supaya tidak ada lagi salah paham, antara klub yang menggaji pemain dengan pihak federasi. Klub juga yang mempekerjakan pemain, jadi ini penting untuk mencari solusinya,” tukasnya. (bbs/tur)
