Tak ayal, setelah berjalan setahun lebih, ‘Manna’ yang memiliki arti ‘roti dari surga’ telah memiliki 65 varian menu. Seluruh menu roti bergaya Eropa ini merupakan hasil riset dan produksi asli dari tangan Jenny.
Selain itu, kata Jenny, seluruh bahan bakunya merupakan bahan terbaik. “Kami sebisa mungkin menggunakan bahan premium. Saya selalu pakai grade A. Enggak peduli cuma untung 5% atau berapapun, yang penting mutu produk saya baik. Karena kalau sudah tahu rasa, orang pasti sudah bisa bedain mana yang baik, sehat, dan enak.”
Kini, dia dibantu 7 pegawai untuk memajukan bisnisnya. Dalam sehari, Manna Healthy Bakery bisa memproduksi lebih dari 100 roti dan 20 kue. Produknya pun sudah bisa dinikmati di Jakarta dan Bali.
Baca Juga:Dishub Kewalahan Tertibkan Parkir Liar Artha ParkPKS Jabar Kembali Adakan Perekrutan 600 Ribu Kader Baru
Rencananya, pada Februari 2020, Jenny akan membuka toko rotinya di Bandung. Dia pun berharap ke depannya semoga pelanggannya semakin senang dan loyal, serta berharap dirinya terus menciptakan kreasi-kreasi yang disukai banyak orang.
“Sekarang setelah setahun, saya sudah tahu pola berbisnis secara online. Nanti ketika buka toko, saya akan belajar lagi (berbisnis melalui toko offline) dari awal. Lucu sih, seru,” pungkasnya.
Jenny adalah satu dari 5 juta wirausahawan mikro yang mampu mengembangkan usahanya setelah tergabung dalam platform Grab di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics di tahun 2018, mitra merchant yang bergabung dengan GrabFood rata-rata melihat peningkatan penjualan sebesar 25% dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp 11 juta/bulan.
Khusus di kota Bandung, data menunjukkan Grab berkontribusi sebesar Rp 10.1 triliun pada tahun 2018. Kontribusi terbesar dihasilkan oleh GrabBike dengan nilai Rp 4,59 triliun, yang selanjutnya disusul oleh GrabFood dengan nilai kontribusi sebesar Rp 3,76 triliun. GrabBike dan GrabCar juga berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja di Kota Bandung. Sebelum bermitra dengan Grab, 38% mitra GrabBike, dan 39% mitra GrabCar tidak memiliki sumber penghasilan sama sekali. (*)
