Selain rumah, pergerakan tanah juga membuat jalur alternatif KBB dan Kabupaten Cianjur juga amblas. Separuh jalan selebar tiga meter juga terkikis kurang lebih 40 meter.
Retakan juga terlihat di pematang sawah warga, sehingga membuat undakan-undakan dengan tinggi mencapai satu meter. “Kejadian ini baru pertama kali terjadi di Bunijaya, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini,” kata Jejen.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim geologi untuk mengkaji pergerakan tanah di wilayah Desa Bunijaya.
Baca Juga:Miliki PIM, Pemkab Bandung Gencarkan Sosialisasikan Makan IkanMinimalisir Pelanggaran, Pengawasan Barjas harus Ditingkatkan
“Panjang pergerakan tanah sekitar 100 meter, lahan pertanian 3 hektar mengalami kerusakan dan 2 rumah rusak ringan,” ujar Duddy.
Akibat peristiwa alam tersebut, kata Duddy, jalan utama terputus yang berdampak terganggunya aktifitas perekonomian warga. “Sudah dipasang rambu peringatan dan kajian geologi dikarenakan pergerakan tanah masih terus bergerak,” tandasnya. (drx)
