Perekrutan Karyawan Kahatex Selalu Berkoordinasi dengan Desa

Perekrutan Karyawan Kahatex Selalu Berkoordinasi dengan Desa
BIANG KEMACETAN: Jalan Raya Bandung -Garut di depan Pabrik PT Kahatek Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, sampai saat ini menjadi biang kemacetan di jam pulang karyawan pabrik yang mencapai ribuan orang.
0 Komentar

BANDUNG – Viralnya kabar yang beredar di Bandung Timur tentang beredarnya oktum calo dalam perekrutan calon tenaga kerja ke PT Kahatex dengan tarif Rp 18 Juta membuat PT Kahatex  membantah informasi tersebut.

Manajer Umum PT Kahatex Luddy Sutedja mengatakan, dalam perekrutan calon tenaga kerja baru tidak ada sepersenpun dipungut biaya.

’’Kami tidak pernah memungut biaya sepersenpun, dan itu tidak ada tuh memakai uang, apalagi sampai belasan juta rupiah,” kata Luddy saat dihubungi Jabar Ekspres via WhatsApp kemarin (11/10).

Baca Juga:Heli Water Bombing Berhasil Padamkan KarhutlaTaman Junghuhn Tampak Kumuh dan Terbengkalai

Luddy membantah atas informasi yang beredar. Sebab, setiap penerimaan PT Kahatex pihaknya selalu berkordinasi dengan pihak desa dengan desa dengan melayangkan surat dengan tujuan agar warga terdekat mendapat kesempatan untuk bekerja.

Selain itu, kata dia, sejauh ini PT Kahatex belum pernah mengeluarkan penerimaan lowongan pekerjaan. Sehingga jika ditemukan informasi tentang adaya perekrutan calon tenaga kerja dari PT Kahatex itu adalah hoaks.

“Nah ini yang harus hati-hati, Kahatex saat ini belum ada penerimaan. Jadi ini informasi dimana penerimaan karyawan PT Kahatex? Agak ragu juga dengan info tersebut, nanti saya akan cari tahu sendiri,”  cetus Luddy.

Kendati begitu, saat disinggung adanya ‘Tambal Sulam’ pemasukan calon tenaga kerja baru dengan mengganti karyawan yang mau pensiun. Luddy terkesan menghindar. Bahkan, dia menyalahkan oknum warga pribumi sebagai biang kerok persoalan adanya percaloan.

“Kalau bicara keberatan kami keberatan pak cuma yaitu dia kami tidak mau ada persoalanlah dengan lingkungan kalau sampai ada kejadian-kejadian seperti tersebut ya silahkan saja laporkan sama yang berwajib karena sudah meresahkan ya pak,” katanya.

“Selama ini kami selalu mendahulukan warga sekitar, kebutuhan tenaga kerja kami seperti sudah diketahui banyak pihak karyawan kami 80  persen perempuan, kami tidak pernah memungut biaya 1 rupiah pun itu saja,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Linggar Kecamatan Rancaekek yang enggan disebutkan namanya mengaku, pernah ditawari masuk untuk bekerja ke PT Kahatek. Akan tetapi salah satu persyaratan adalah harus ada uang pelicin.

Baca Juga:Yudi Latif: RUU KPK Sebagai Evaluasi Kinerja KPKProduk UMKM Kabupaten Bandung Optimis 2020 Go Internasional

’’kenyataannya begitu, jika memang tidak dipungut biaya kenapa harus ada tarif jasa nya, padahalkan kami ini warga yang berdekatan dengan PT Kahatex,’’ucap dia.(mg2/yan)

0 Komentar