oleh

Upaya Tingkatkan Cakupan ASI Ekslusif

”Pengerjaanya kami dibantu oleh 40 mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Jenderal Ahmad Yani (FK Unjani). Mereka terjun langsung melaksanakan program 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Satu mahasiswa memegang satu ibu hamil dari mulai usia kehamilan 0 bulan hingga anak berusia dua tahun dibimbing disini,” terangnya.

Dia menjelaskan, dalam KP ASI Macan Oces ini kominitas tersebut bertugas disetiap RW dibantu motivator dan kader Puskesmas. Mereka, lanjutnya, melakukan kegiatan yang unik, berupa sharing yang dilakukan motivator dari kalangan ibu hamil atau kader, sehingga peserta tidak merasa digurui, tetapi saling menceritakan pengalaman.

”Inovasi ini merupakan adaptasi. Sekarang dari 16 RW baru 10 RW yang melaksanakan inovasi ini. Sekarang baru ada 10 kader motivator ditambah mahasiswa. Untuk jumlah komunitasnya ada sekitar 50 hingga 60 kelompok,” jelasnya.

Dia mengaku, dalam waktu dua tahun lebih, KP ASI Macan Oces memberikan dampak perubahan yang signifikan. Dimana sebelumnya cakupan ASI ekslusif yang hanya 33 persen naik menjadi 70 persen. Sementara untuk bayi stunting ada penurunan.

”Dari 274 sekarang hanya 33 bayi stuntung atau dari 11 persen menjadi tiga persen,” ucapnya.
Untuk itu, pihaknya bakal terus melakukan pembinaan kepada seluruh kader disetiap RW.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga