oleh

Pengembangan Smart City dapat Dukungan Pemerintah Pusat

Program ini bertujuan mengembangkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta kompetensi generasi muda agar bisa bersaing di kancah global.

“Ada 25. 000 talent untuk tahun ini. Tahun depan 50.000 talent. Kita akan desain dari pegawai pemerintah yang muda disiapkan untuk meningkatkan keterampilan bukan pengetahuan. Karena kalau pengetahuan sudah terbukti dengan gelar S1 dan S2,” ujar Rudiantara.

“Anak bangsa harus dilatih mempunyai skill dan kompetensi khusus di bidang teknologi. Contohnya mengembangkan aplikasinya perlu jago IT,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, Pemkot Bandung terus bersinergi dengan pemerintah pusat. Pasalnya dengan dukungan dari pusat, ia yakin program apapun akan berjalan optimal.

“Penguatan pembangunan Kota Bandung dalam IT. Dari sisi SDM (Sumber Daya Manusia) ada pelatihan dari kementerian. Ini bagus untuk pengembangan SDM di Bandung. Ya kita bisa follow up akan lebih baik,” katanya.

Di samping itu, mengenai Smart City meskipun Kota Bandung memiliki berbagai apliksi, namun Smart City bukan hanya teknologi, tetapi bisa dimanfaatkan dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Smart city bukan hanya teknologi. Kota Bandung memiliki berbagai sistem yang lebih mudah sehingga memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih akurat,” pungkasnya. (mg2/drx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.