Rela Tidak Jadi Ibu Kota

Rela Tidak Jadi Ibu Kota
Ridwan KamilGubernur Jawa Barat
0 Komentar

“Jawa Barat masih terjebak pada isu pemeratan pembangunan seperti Utara-Selatan atau Bandung – Ciayumajakuning. Sehingga disaat belum tercapainya upaya pemerataan pembangunan tersebut, tidaklah pantas bila tiba-tiba melakukan rencana perpindahan Ibu Kota Jawa Barat,” kritiknya.

Kendati begitu, Ono tidak mempermasalahkan pemindahaan Ibu Kota itu jika Pemprov Jabar sudah melaksanakan pembangunan skala besar sebagai projek nasional di Jabar. Misalnya Kereta Cepat di Walini, Bandara Kertajati di Malahengka, dan Pelabuhan Patimban di Subang.

“Tentu perlu dipertimbangkan rencana jangka panjangnya, apakah daerah-daerah tersebut akan menjadi pusat ekonomi (industri dan perdagangan) ataukah menjadi pusat pemerintahan (pelayanan). Apabila tidak direncanakan dengan baik maka suatu saat akan kembali mengalami kondisi seperti Kota Bandung atau DKI Jakarta,” sebutnya.

Baca Juga:e-Paper Jabar Ekspres Edisi 31 Agustus 2019PT Sriboga Ajak UKM di Bandung Kembangkan Bisnis Kuliner Berbasis Digital

Terpisah, Dosen Hukum Administrasi Negara Universitas Parahyangan Bandung, Prof. Dr. Asep Warlan Yusuf, SH MH menilai, wacana pemindahan Ibu Kota Provinsi Jawa Barat harus melalui lima aspek kajian strategis.

Pertama adalah rencana pembangunan jangka menegah daerah (RPJMD) yang memiliki kewenangan perencanaan pembangunan, kebutuhan urgensi atau kepentingan yang mendesak berdasarkan data faktual, kemampuan anggaran serta kajian daya dukungan sub sistem ekonomi, politik, sosial, budaya, hukum, dan lainnya.

Menurutnya, kelima aspek tersebut harus menjadi sebuah bahan kajian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Termasuk kajian teknis terkait pembangunan infrastuktur, keamanan dan kenyamanan publik, serta daya dukung teknologi.

’’Jadin ini sangat berat, dan mudah-mudahan ini baru sebatas wacana pribadi beliau (Ridwan Kamil) dan belum menjadi ide gagasan pemerintah daerah saja,’’kata Asep.

Asep berpendapat, bergulirnya wacana ini pun dianggap masih terlalu jauh untuk diperdebatkan, sebab realisasi dari rencana itu pun masih belum diketahui kapan akan dilakukan.

“Jadi, hemat saya segala persoalan yang ada di Kota Bandung dan melatar belakangi munculnya wacara pemindahan ibu Kota tersebut, seperti kemacetan harusnya dapat diselesaikan dengan mencari solusi bersama dan itu saya rasa lebih penting,’’kata dia. (mg2/mg5/yan).

0 Komentar