10 Ketua DPD II Golkar Dicopot

Dalam tiga pekan terakhir dukungan kepada Airlangga Hartarto selaku petahana mengalir deras. Dia menilai Airlangga selaku calon ketua umum petahana tidak akan sulit meyakinkan pemilik suara. Meski hanya memimpin Golkar selama kurang lebih 13 bulan menjelang Pemilu, Airlangga dinilai mampu mengantarkan Golkar sebagai peraih kursi terbanyak kedua yakni 85 kursi setelah PDIP. “Bagi sebagian besar pemilik suara, capaian itu adalah keberhasilan. Karena itu layak dan sepantasnya diapresiasi,” paparnya.

Dikatakan, aklamasi sebagai hal yang demokratis. Bisa mungkin hal itu terjadi Munas mendatang. Aklamasi, lanjutnya, akan mengurangi resistensi proses politik. Sehingga Golkar akan sangat solid dalam menjalankan roda partai. “Ini modal Golkar memenangi kontestasi politik. Tidak hanya Pileg dan Pilpres 2024. Tetapi juga Pilkada yang akan berlangsung sebelum 2024,” pungkasnya.

Politisi Partai Golkar lainnya, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan calon tunggal alias aklamasi tidak tabu dalam sebuah organisasi, termasuk parpol. Alasannya, sepanjang dukungan tersebut berasal dari pemilik suara pada Munas. “Aklamasi itu kan salah satu bagian dari demokrasi. Selama aspirasi yang datang dari daerah, nggak ada unsur paksaan,” ungkap Agus.

Menurutnya, ratusan daerah sudah menyatakan dukungan untuk pencalonan Airlangga. “Faktanya Airlangga memiliki dukungan di atas 400 daerah. Ini kan bisa mengarah pada aklamasi,” imbuhnya. Selain itu, beberapa provinsi juga secara bertahap menyampaikan dukungan secara tertulis.(rh/fin)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan