oleh

SMA Swasta Alami Sepi Peminat

BANDUNG – Adanya sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah pusat, berimbas kepada minat siswa yang mendaftar ke SMA swasta berkurang secara drastis.

Ketua Umum Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jawa Barat (FKSS Jabar) Ade Hendriana mengatakan, Seharusnya, Pemerintah Provinsi Jabar mempertimbangkan porsi calon peserta didik untuk sekolah swasta dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Dia mengatakan, akibat dampak PPDB ini diakui ada sekolah swasta terpaksa tutup karena kalah bersaing. Bahkan ada sekolah swasta tidak diminati oleh masyarakat. Meski sekolah swasta memiliki segment pasar yang berbeda-beda.

“Banyak orang tua yang memilih sekolah swasta yang diminati dan berprestasi. Sekolah swasta yang tidak diminati makin terpuruk,” kata dia.

Dia mengatakan, sekolah swasta sebetulnya berlomba untuk menjaga kualitas pendidikan. Namun, jika sekolah swasta tidak diminati maka tidak akan ada perubahan.

’’Jadi keadaannya akan membuat SMA swasta itu tidak bisa bertahan lama,’’kata dia.

Dia mengatakan, agar SMA Swasta banyak peminat seharusnya secara aturan aturan PPDB dipersiapkan dengan matang oleh pemerintah. Sehingga, jika siswa yang mendaftar disekolah negeri tidak diterima maka pilihan ketiganya adalah sekolah swasta yang dituju.

’’Jadi khususnya sekolah negeri, tinggal menjalankannya secara konsisten,’’kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga