oleh

Bencana Kekeringan Semakin MeluasDewi

Tak hanya itu, pihaknya pun mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mengatur pembagian air dari irigasi.

“TNI turun untuk pengamanan air irigasi, agar petani mendapat air yang merata. Jangan salah, pemerataan irigasi saat musim kering ini rawan,” katanya.

Oleh karena itu, dia optimistis musim kering ini tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi padi. Dari target produksi 12 juta ton gabah kering, dia optimis akan tercapai pada akhir tahun.

“Dari 12 juta ton gabah, jadi padinya sekitar 8 juta ton. Kita optimis tercapai, karena sekarang saja produksi sudah 4 juta ton,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Dinas Pemeliharaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Bambang Sumanta, mengatakan, jumlah air di wilayahnya masih mencukupi hingga puncak musim kemarau pada Agustus mendatang.

“Air cukup memenuhi, 2,4 miliar meter kubik,” katanya.

Menurutnya jumlah tersebut, pemanfaatan untuk irigasi, air minum, dan industri mencapai 2,2 miliar kubik. Di antarannya untuk irigasi, Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta masih mencukupi untuk mengairi sawah di kawasan utara seperti Cirebon, Indramayu, dan Subang.

“Jadi kalau yang kekeringan, itu memang sawah tadah hujan,” katanya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga