Musim Kemarau Diprediksi Sampai Oktober

Musim Kemarau Diprediksi Sampai Oktober
KURANG AIR BERSIH: Kemarau yang panjang bisa mengakibatkan masyarakat kekurangan air bersih. Selain itu pada musim kemarau juga berpotensi pada terjadinya kebakaran hutan.
0 Komentar

BANDUNG – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya mengungkapkan, awal Juni ini sudah memasuki musim kemarau hingga Oktober mendatang.

Puncak musim kemarau sendiri akan terjadi pada bulan Agustus mendatang yang diprediksi tidak akan turun hujan sama sekali.

”Saat ini cuaca di dominasi cerah dan masih terdapat potensi hujan ringan di sore hari. Curah hujan secara bertahap akan berkurang. Musim hujan baru akan datang akhir Oktober nanti,” ungkap Tony pada wartawan melalui siaran pers nya.

Baca Juga:Jajaran Reskrim Amankan Tersangka Pemilik Senjata ApiIkuti Pelatihan Manasik Haji

Menurutnya, pada musim kemarau ada beberapa potensi bencana yang mungkin terjadi. Salah satunya yakni kekeringan dan kebakaran. Kebakaran bisa diperparah dengan kondisi hembusan angin yang kencang selama kemarau.

”Angin masih normal kalau untuk sekarang, tapi kecepatan mulai meningkat. Kebakaran meningkat potensinya di musim kemarau. Apalagi potensi kekeringan di puncak musim kemarau sangat tinggi,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Terlebih yang dilakukan dikawasan rumput ilalang yang sudah kering. Sebab, jika api tertiup dan mengenai ilalang kering tersebut bisa mengakibatkan kebakaran hutan.

”Sebaiknya berhati-hati, apalagi rumput kering mudah terbakar,” tutupnya.(ziz)

0 Komentar