BANDUNG– Pemrintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, terus melakukan pembenahan dalam pemberetasan korupsi, khusus disektor perpajakan. Upaya pemberantasan ini dilakukan dengan cara singkoronisasi data penerimaan pajak antara daerah dan pusat.
Orang no satu di Jawa Barat, Ridwan Kamil mangatakan, persoalan yang terjadi dalam perpajakan karna data antara pusat dan daerah tidak sinkron. Sehingga, Perlu adanya sinkronisasi data pajak yang dibayarkan di daerah dan pusat.
”Kalau karyawan bayar pajak penghasilan kan ke pusat, tapi pajak hotel dan restoran kan ke daerah. Nanti di sinkronisasi karena selama ini komunikasi itu belum ada,” katanya saat di temui di Gedung Sate, Selasa (18/06).
Baca Juga:Armada Sampah Masih Jauh dari IdealVolume Sampah Mencapai 1.300 Ton Setiap Hari di Kota Bandung
Emil menjelaskan, bahwa hal tersebut akan dilakukan bagi seluruh pajak di diberbagai sektor yang berkaitan dengan kas negara. Nantinya pemerintah daerah dan pusat bisa saling menginformasikan terkait penerimaan pajak yang dilakukan.
”Nanti bisa dilakun dari pusat maupun daerah untuk pengecekan, Ini bayar ke pusat terus cek di daerahnya bayar tidak, karena ada yang bayar di daerah tidak di pusat, ataupun sebaliknya,” jelasnya.
Selain itu, Emil mengungkapkan, Jawa Barat saat ini didapuk menjadi provinsi percontohan implementasi intergrasi pajak pusat dan daerah. Hal tersebut lantaran adanya program satu kartu yang berfungsi untuk membayar pajak di berbagai sektor.
”Kita dijadikan contoh karena kita sudah duluan, jadi ASN Jawa Barat ini punya satu kartu di mana di dalamnya ada NPWP dan lain-lain, sehingga semuanya itu tidak ada tunai, semua transfer dan tercatat,” akunya.
Dia melanjutkan, program percontohan ini akan terus dioptimalkan, agar bisa diterapkan di 27 kota/kabupaten, di jawa barat. Nantinya penerima pajak di berbagai wilayah tidak ada lagi kebocoran.
”Ini terbagi dua grup, nanti semester satu pada 2020 sebanyak 14 daerah, dan semester dua nya 13 daerah,” paparnya
Saat ditanya wilayah mana saja, emil mengatakan belum bisa menjawab secara pasti. Pasalnya ini akan dilakuan kajian secara merata.
”Belum diputuskan, nanti kita pilih secara merata,” pungkasnya. (rus)
