Kendati tak menyebutkan secara rinci kenaikan tukin, namun kata Asep kenaikan tukin tak mengganggu postur APBD dengan program prioritas lainnya. Sebab, menurutnya kenaikan tukin ini sudah dibahas sebelumnya dengan melihat kemampuan APBD. “Untuk kenaikan tukin setiap ASN harus dilihat lagi. APBD kita masih mampu dengan adanya kenaikan tukin ini. Apalagi PAD (pendapatan asli daerah) yang kita capai setiap tahun selalu melebihi target. Tahun lalu target PAD kita Rp 276 miliar dan terealisasi diangka Rp 300 miliar. Tahun ini target PAD mencapai Rp 450 miliar. Saya optimis bisa tercapai karena potensinya ada. Begitu juga dengan APBD kita tahun ini mencapai Rp 3,2 triliun naik signifikan dari tahun lalu yang hanya Rp 2,8 triliun,” pungkasnya. (drx)
Pemkab Terapkan Sistem Online untuk Penilaian Kinerja
