“SDM juga perlu dipersiapkan sehingga penyandang disabilitas yang datang bisa berkomunikasi aktif dengan petugas kami,” sebut Rita.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Salam, Liawaty Tarigan menyebutkan, sebanyak 100-150 pasien per hari datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Khusus untuk penyandang disabilitas, baru 2-3 orang per hari. Kebanyakan pasien datang dari luar wilayah kecamatan karena posisinya berada di perbatasan.
“Secara infrastruktur sudah memadai. Dinamakan Ramah Disabilitas ini kan harus ramah untuk tunanetra, tunadaksa, tunarungu, tunawicara dan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus),” ujarnya. (yan)
