Khusus Kabupaten Sumedang, Harry berharap pemerintah daerah lebih memerhatikan lingkungan di wilayah mereka karena saat ini banyak fenomena bencana. Apalagi dalam sidang kabinet beberapa waktu lalu presiden telah mengamanatkan agar seluruh elemen masyarakat lebih memperhatikan lingkungannya.
”Dalam sidang kabinet Presiden berpesan agar seluruh elemen untuk mewaspadai potensi bencana di daerah masing-masing,” jelasnya.
KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan kawasan atau tempat untuk program penanggulangan bencana. Untuk wilayah Sumedang keberadaan KSB berbasis Desa ditingkatkan menjadi berbasis kecamatan. Di kabupaten ini ada 26 kecamatan. Diharapan semua kecamatan bisa menjadi KSB.
Baca Juga:Darus Minta Usut LGBT di MajalayaAndika Tewas di Puncak Carstenz
”Jika sudah terbentuk semua maka bisa ditingkatkan menjadi Kabupaten Siaga Bencana,”terangnya.
Tujuan KSB adalah untuk memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang bahaya dan risiko bencana, membentuk jejaring siaga bencana berbasis masyarakat dan memperkuat interaksi sosial anggota masyarakat, mengorganisasikan masyarakat terlatih untuk siaga bencana, serta mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang ada untuk penanggulangan bencana.
Dirjen menjelaskan ada lima hal yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan KSB. Pertama, warga Kampung Siaga Bencana, harus memiliki mental yang tangguh. Kemudian yang kedua adalah solidaritas.
Kekompakan harus menjadi ciri karakter warga Kampung Siaga Bencana sebab bencana tidak akan pernah bisa dihadapi secara perorangan, semua komponen masyarakat mulai dari remaja, sampai manula harus siaga bahu membahu.
”Ketiga adalah kepekaan, warga Kampung Siaga Bencana harus punya kepekaan terutama dalam kemampuan mendeteksi awal dalam membaca gejala gejala alam sehingga lebih bisa mengantisipasi,” ujar dia.
Dia menambahkan, pengetahuan dan keterampilan menjadi hal keempat yang harus diperhatikan dalam kaitannya dengan KSB.Warga juga harus memiliki kemampuan dan keterampilan yang bisa meminimalisir dampak bencana.
Sedangkan hal kelima, warga kampung siaga bencana harus rajin melakukan latihan kesiagaannya. Kemauan dan kesungguhan dalam memogram latihan penting menjadi agenda warga.
Baca Juga:Diskominfoarpus Kembangkan e-Gov27 Kotak Suara Rusak
”Selain kesiapan warga, peran aktif pemda sangat penting. Oleh karena itu, lanjutnya, Kemensos mendorong Bupati dan Wali Kota menjadi Pembina Taruna Siaga Bencana (Tagana) agar dapat menjadi pelopor dan mengajak masyarakat peduli bencana,” terangnya.
