BANDUNG – Perempuan memiliki kemampuan luar biasa dalam membangun bangsa. Mulai dari bidang pendidikan, ekonomi, sosial hingga pemerintahan. Untuk meningkatkan kemempuan perempuan dalam menghadapi tantangan global, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ekuitas menggelar Seminar Pemberdayaan Perempuan ”Empowering Women To Change The World” di Aula STIE Ekuitas belum lama ini.
Seminar yang melibatkan ratusan peserta ini merupakan rangkaian Dies Natalis ke-17 STIE Ekuitas. Seminar dirasa sangat istimewa karena menghadirkan pembicara dari pakar pendidikan yakni Prof. Amin Retnoningtias, MSi sebagai Reviewer Nasional Ristekdikti Bagian Pengabdian pada Masyarakat dan pengusaha suskses Hj. Rr. Ina Wiyandini yang merupakan Owner Ina Cookies.
Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Seminar Pemberdayaan Perempuan ”Empowering Women To Change The World” Puteri Andika Sari S.AB, MSi mengatakan, seminar ini dilatarbelakangi oleh 17 Sustainable Development Goals (SDGs) STIE Ekuitas. Salah satunya, peningkatan kualitas perempuan sehinga lebih dihargai.
Baca Juga:KBB Menjadi Percontohan untuk P4GNKelola Sampah Mandiri
”Tujuan kami menyelenggarakan seminar ini adalah untuk memberikan wawasan kepada para peserta khususnya perempuan dari segi akademisi maupun pelaku usaha. Kami juga memfasilitasi peserta yang memiliki usaha agar bisa mendapatkan pembiayaan dari lembaga non bank yaitu Pegadadain. Yang lebih utama, dengan seminar ini para peserta akan mendapat jejaring bisnis,” ujar Puteri.
Sementara itu, Wakil Ketua Bagian Keuangan, Umum, dan SDM STIE Ekuitas Dr. Hery Achmad Buchory, SE, MM mengatakan, perempuan memiliki peran penting baik dalam keluarga maupun bangsa. Banyak suami yang sukses berkarir karena dukungan dari istrinya.
Salah satu contohnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak akan sukses jika tidak mendapat dukungan penuh dari istrinya.
”Banyak profesor perempuan. Saya juga suka keliling dinas dan instansi pemerintah maupun suasta dan itu banyak perempuan yang menduduki posisi penting. Kalau peran perempuan dibandingkan dengan suaminya, pasti lebih besar peran perempuan karena kerjanya double, ya ngurus rumah tangga juga berkarir,” ujar Dr. Hery.
