KBB Menjadi Percontohan untuk P4GN

KBB Menjadi Percontohan untuk P4GN
ANTUSIAS TINGGI : Bandung Barat menjadi wilayah percontohan Pencegahan Pemberantasan Peredaran dan Penyalah Gunaan Narkoba (P4GN).
0 Komentar

NGAMPRAH – Tingginya antusias kehadiran peserta pada Sinergitas Pembina Desa dalam P4GN (Pencegahan Pemberantasan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba) yang diselenggarakan BNN Kabupaten Bandung Barat yang dihadiri oleh para Kepala Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, Camat, Kapolsek dan Danramil, membuat Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen (Pol) Sufyan Syarif, MA terkagum dan akan menjadikan Kabupaten Bandung Barat sebagai percontohan Pencegahan Pemberantasan Peredaran dan Penyalah Gunaan Narkoba (P4GN) bagi kabupaten/kota lainnya.

“Terus terang saya sangat bangga dan merinding melihat tingginya antusias peserta yang hadir pada kegiatan ini. Karena hampir seluruh peserta yang diundang dapat hadir. Mungkin karena diwajibkan hadir oleh Pak Bupati sepertinya,” ujar Sufyan ketika memberikan pengarahan pada acara Sinergitas Pembina Desa dalam P4GN menuju Bandung Barat AKUR, di Ngamprah, Selasa (9/10).

Penunjukkan KBB sebagai percontohan ini sejalan dengan akan dijadikannya Jawa Barat sebagai pilot project penangan narkoba pada level terujung (Desa) oleh Pemerintah Pusat. Ia meyakini melalui 3 pilar desa, yakni kades, babinkamtibmas dan babinsa yang dibantu dengan puskesmas bisa lebih optimal dalam memberantas dan memerangi peredaran narkoba di seluruh penjuru negeri.

Baca Juga:Kelola Sampah MandiriProyek Masjid di Komplek Pemkot Cimahi Meleset dari Target

Sebagai upaya preventif agar masyarakat tidak terjerumus dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba, sufyan mengimbau agar tidak tergoda untuk mencobanya. “Karena 60 persen pengguna narkoba berawal dari sekedar mencoba-coba hingga ketagihan. Jadi sebaiknya jangan pernah berani mencoba untuk menggunakannya. Sebab, 40-60 masyarakat Indonesia meninggal akibat narkoba setiap harinya,” jelasnya.

Menurutnya, para bandar dan pengedar selalu berinovasi menciptakan berbagai narkoba jenis baru setiap harinya agar bisa terbebas dari jeratan perundang-undangan. Bahkan secara nasional omset penjualan narkoba di Indonesia bisa mencapai Rp 80 triliun.

“Korban narkoba tidak pernah pandang bulu. Jadi, pencegahan wajib dilakukan sedini mungkin terhadap generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara ini 20-25 tahun ke depan. Persiapkan generasi penerus bangsa tanpa narkoba,” tuturnya.

Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna menerangkan, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya agar Bandung Barat bebas dari narkoba di samping program kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Bandung Barat.

0 Komentar