Sementara itu, Kepala BPMPK Abu Khaer menjelaskan bahwa lomba Aplikasi Mobile KIHAJAR sudah diselenggarakan ketujuh kalinya. Lomba ini mempertandingkan karya Aplikasi Mobile Edukasi, yaitu aplikasi yang dijalankan di perangkat smartphone atau tablet serta mengandung unsur pendidikan.
Ada empat kategori lomba pada tahun ini. Pertama, kategori pelajar bertema sosial budaya. Kedua, guru bertema mata pelajaran. Ketiga, umum bertema Virtual-Lab, dan keempat, kategori umum bertema Game Edukasi.
Ia menjelaskan, total terdapat 627 pendaftar. Peserta terbanyak berasal dari Jateng, disusul Jatim, Jabar, DKI Jakarta, Jogjakarta, Banten. Ada pula mereka yang dari luar pulau Jawa seperti peserta dari Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalsel l dan Bali. “Karya yang masuk totalnya berjumlah 299 karya,” imbuhnya.
Baca Juga:Survei, Jokowi Ungguli PrabowoBobotoh Galang Aksi Damai
Ia menambahkan, proses penjurian dilangsungkan tim juri profesional di bidang Desain Komunikasi Visual-Multimedia Pembelajaran dengan instrumen penilaian yang memadai. Sehingga Abu Khaer berharap kegiatan ini akan menghasilkan karya yang benar-benar mumpuni. Kemudian menjadi aset dunia pendidikan untuk metode pembelajaran modern berbasis gawai dan bisa disisipkan ke kurikulum.
“Tentu aplikasi yang sesuai dengan kriteria akan dikembangkan menggandeng berbagai pihak. Ke depan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran yang asyik,” tandasnya.(gul/JPC)
