oleh

UKM Butuh Akses Permodalan

CIMAHI – Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, mencatat hingga 2017 tercatat ada 8000 Usaha Kecil Menengah (UKM) yang terdaftar, namun hanya ada 2000 UKM saja yang masih bertahan.

Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi Adet Chandra Purnama mengatakan, sebenarnya untuk jumlah UKM ada peningkatan, namun jumlahnya tidak akan tetap atau fluktuatif.

“Namanya usaha itu kan pasti ada yang mampu bertahan, ada yang pelakunya tidak kuat dengan ekosistem UKM akhirnya mundur,” ujar saat ditemui di Komplek perkantoran kemarin (6/9).

Baca Juga:  Jaga Ekonomi Indonesia, BRI Bangkitkan Pelaku UMKM

Adet mengaku, bagi para pelaku UKM atau yang baru akan merintis, saat ini Pemkot belum bisa memberikan bantuan berupa modal untuk memulai usaha. Tapi Pemerintah hanya membantu berupa pendampingan, fasilitas, bimbingan dan hal teknis lainnya.

“Memang banyak yang datang ke kami meminta modal untuk usaha, tapi kan dari pemerintah tidak ada bantuan modal. Tapi mereka bebas menggunakan fasilitas Cimahi Technopark saat baru merintis,” ujarnya.

Baca Juga:  Jaga Ekonomi Indonesia, BRI Bangkitkan Pelaku UMKM

Selain itu, bantuan diberikan, lanjutnya, dengan menyambungkan para pelaku UKM dengan perbankan berupa akses kredit. Namun sebelumnya para pelaku harus membuat konsep UKMnya sejelas mungkin. Tidak hanya itu, mereka juga harus mempunyai target market dan punya pesanan yang siap dipasarkan.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga