Diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan pengujian materi Pasal 128 huruf l Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Uji materi itu diajukan oleh Muhammad Hafidz.
”Mengabulkan permohonan untuk seluruhnya,” kata Ketua MK, Anwar Usman, dalam sidang pleno putusan di Kantor MK, Jakarta, Senin (23/7).
Pemohon mengajukan pengujian norma sepanjang frasa ”pekerjaan lain” pada pasal 128 huruf l UU Pemilu. Pasal itu menyatakan, perseorangan dapat menjadi peserta pemilu setelah memenuhi persyaratan antara lain tak praktik sebagai akuntan publik, advokat, notaris, pejabat pembuat akta tanah, dan/atau tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara, serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang, atau hak sebagai anggota DPD. (RBA/FIN/ign)
