Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hadiana Soeriaatmadja mengungkapkan harapan yang luar biasa terhadap kegiatan ini. ”Pertama, pembelajaran itu harus dengan contoh, harus dengan syri tauladan. Kedepannya, semoga kepala sekolah, guru serta staff SMPN 56 bisa kolaborasi lagi dengan mereka-mereka sehingga wawasan yang didapat lebih real dan lebih termotivasi kembali,” harapnya.
Dia juga menuturkan sebetulnya kegiatan ini juga sudah tergambarkan dengan adanya Bandung Masagi. ”Kita memang harus bertahap. Contohnya, kita sedang berbicara dengan bahasa kesundaan, dicoba diterapkan di hari rabu dengan berbicara bahasa sunda dan memakai baju suku sunda juga. Hilangnya sebuah budaya itu, apabila bahasanya sudah tidak ada. Jadi, dengan memperlihatkan ciri khasnya masing-masing sebelumnya seperti makanan tradisional, tarian, dan sebagainya itu menjadikan nilai adiluhungnya tetap ada,” tutup Hadiana. (job/azu)
