oleh

Diseminasi Penempatan dan Perlindungan PMI

Masih tinggi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat ke luar negeri melalui jalur non prosedural membuat Balai Latihan Kerja (BLK) PMI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat (Disnakertrans) gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Kepala Balai Latihan Kerja PMI Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Ubun Suryaman mengatakan, banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) disebabkan kurangnya informasi dan pemahaman tentang prosedur penempatan dan perlindungan PMI.

Menurutnya, banyak resiko yang terima PMI non prosedural di antaranya rasa tidak aman dan tidak mendapat jaminan perlindungan di negara penempatan, gaji yang rendah serta diperlakukan tidak manusiawi mulai dari penampungan sampai ke luar negeri.

’’ Jadi kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk memberikan informasi yang benar mengenai tata cara penempatan, kondisi kerja di luar negeri dan perlindungan PMI sebelum bekerja dan selama bekerja,’’kata ubun pada kegiatan Diseminasi Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) 2018, yang diikuti 150 peserta bertempat di Desa Ciawi Kecamatan Ciawi Kabupaten Tasikmlaya, kemarin (11/7).

Dia mengatakan, acara ini juga memberikan pengetahuan dan wawasan masyarakat dari pencari kerja Jabar dan proses yang harus dilalui oleh calon PMI yang akan bekerja di luar negeri.
Sehingga, diharapkan dapat mencegah calon PMI bekerja secara unprosedural dan terhindar dari perlakuan yang tidak manusiawi baik sebelum bekerja, maupun selama bekerja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga