Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengaku tidak rela jika mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, menjadi pendamping Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang. Banyak kiai yang bilang, yang ngusulin Mahfud itu sama dengan menghalangi NU dukung Jokowi. ”Yang ngusulin Mahfud itu ingin menjerumuskan Jokowi biar tidak terpilih,” kata Ketua DPC PKB Kota Kediri Abdul Muid Shohib kepada wartawan.
Muid yang juga kader NU ini meminta kepada Jokowi, jika menginginkan cawapres dari kalangan NU maka memilih yang benar-benar kader.
”Jangan yang cuma dilabeli. Jangan yang ngaku-ngaku NU,” ujar Muid. (RBA/FIN/ign)
Menakar Elektabilitas Cawapres Jokowi
Indikator Politik Indonesia
Baca Juga:Tangkal Hoax dengan Program Sejuta KawanCemas Anaknya Tidak Diterima di SMA Negeri
Sri Mulyani : 6,1 persen
Mahfud MD : 5,0 persen
Muhaimin Iskandar : 2,6 persen
Chairul Tanjung : 1,5 persen
Airlangga Hartarto : 1,2 persen
Moeldoko : 0,8 persen
M. Romahurmuziy : 0,2 persen
Indo Barometer
Muhaimin Iskandar : 5,8 persen
Mahfud MD : 1,9 persen
Sri Mulyani : 1,3 persen
Wiranto : 1,1 persen
TGB Zainul Majdi : 0,8 persen
Airlangga Hartarto : 0,8 persen
Moeldoko : 0,7 persen
Poltracking
Muhaimin Iskandar : 7,3 persen
Sri Mulyani : 3,9 persen
Chairul Tanjung : 1,4 persen
Airlangga Hartarto : 0,4 persen
M. Romahurmuziy : 0,3 persen
Sumber: Hasil Penelitian Lembaga Survei
