oleh

Festival Soto di Bandung Barat Pecahkan Rekor MURI

NGAMPRAH– Kabupaten Bandung Barat berhasil mencetak Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan sajian 201 Aneka Soto Nusantara, yang diselenggarakan pada Festival Patarema pada Sabtu (7/7) di Kota Baru Parahyangan Padalarang. Tidak tanggung-tanggung, rekor tersebut berhasil memecahkan rekor dunia karena jumlah variannya lebih banyak dibanding rekor MURI sebelumnya.

Sri Widiawati, salah seorang perwakilan MURI mengungkapkan, jika rekor MURI sebelumnya hanya dipecahkan dengan 110 varian dari nasi goreng. “Namun, untuk KBB bisa memecahkan jumlah rekor sebelumnya. Dengan demikian saya nyatakan KBB memecahkan rekor MURI tingkat dunia,” katanya.

Baca Juga:  Gembong Primadjaja Terpilih Jadi Ketua IA ITB 2021-2025

Piagam penghargaan MURI tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan dari MURI kepada Plt Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra. Kemudian diserahkan lagi oleh Yayat kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Sri Dustirawati disaksikan oleh Direktur Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia Hassan Abud, Chef Juna dan sejumlah hadirin lainnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Dustirawati menyatakan kebahagiannya karena pada akhirnya KBB bisa memecahkan rekor dunia dengan Aneka Soto Nusantara yang dimasak oleh 100 chef berasal dari akademisi, para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan warga umum lainnya. Pihaknya memilih Soto Nusantara untuk dicatat MURI, karena soto merupakan salah satu makanan yang beragam jenisnya mulai dari Sabang hingga Merauke. “Dengan menggelar soto nusantara ini kita berkeinginan untuk terus mengenalkan potensi daerah, apalagi bahan soto ini dengan mudah bisa didapat di Bandung Barat,” paparnya.

Baca Juga:  Ini Modus-Modus Pemudik yang Terendus Polisi Saat Penyekatan

Menurutnya, selain Festival Soto Nusantara pada Patarema Festival ini juga pihaknya menyajikan Festival Musik Bambu yang diikuti oleh 20 kota/kabupaten se-Jawa Barat, Festival Film Nusantara, Wayang Golek serta Helaran Bunga dan Budaya yang diikuti 200 peserta dari berbagai daerah. “Melalui Festival Patarema, kita promosikan potensi pariwisata dan Bekraf KBB. Di sini juga kita promosikan kopi khas KBB. Untuk kopi KBB, saya kira tidak kalah dengan kopi produk luar yang terkenal itu,” ucapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga