BANDUNG – Fenomena Suhu dingin yang terjadi di wilayah Bandung raya sepertinya sangat dirasakan oleh warga
Desa Cihawuk, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Terlebih, suhu dingi tersebut dibarengi dengan kemunculan embun beku yang diduga terjadi di Kecamatan Kertasari dan beredar melalui media sosial WhatsApp.
Pada gambar tersebut memperlihatkan butiran es yang menyelimuti dedaunan. Meski begitu, belum diketahui kebenaran dari gambar tersebut, apakah benar di Kertasari atau daerah lain.
Menanggapi fenomena ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) punya jawabannya. Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas 1 Bandung, Jadi Hendarmin menyebutkan, fenomena embun beku bisa saja terjadi, sebab embun biasanya akan terbentuk dengan baik pada malam hari yang cerah dan tenang.
Baca Juga:JR Ojol Ditolak, Buruh Akan Somasi JokowiPenghitungan Suara Ditarget Tuntas Besok
” Jika ada angin yang bertiup, maka tidak akan ada cukup waktu bagi uap air untuk bersentuhan dengan permukaan objek yang dingin sehingga uap air tidak akan dapat mengembun,” ungkap Jadi, ketika ditemui kemarin. (6/7).
Selain itu, ketika matahari bersinar kembali dan memanaskan permukaan objek-objek, embun pun akan menguap kembali. Sementara, dari pantauan alat pengukur suhu udara tercatat dalam bulan Juli ini berada pada suhu minimum hingga mencapai 16,4 derajat celsius.
Sedangkan hingga hari ini, 6 Juli 2018, kondisi kelembapan relatif rendah dan berada pada nilai 38% cukup kering sehingga tidak berpeluang pembentukan awan-awan hujan. Oleh karenanya, ketika suhu cukup rendah, embun akan berbentuk es, bentuk ini disebut embun beku.
“Embun beku biasanya merupakan pola dari kristal-kristal es yang terbentuk dari uap air di atas rumput, daun, dan benda-benda lainnya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, embun beku ini akan terbentuk terutama pada malam yang dingin dan tak berawan.
“Ketika suhu udara di bawah 0 derajat celsius yang merupakan suhu titik pembekuan air,” katanya. (bbs/yan)
