Mengakui Tapi Menggugat

”Jadi, kami meminta kepada lembaga survei jangan over acting mendahului hasil dari KPU Jabar. Kita masih menunggu yang manual yang saat ini sedang berjalan. Kita tunggu saja, dan hasil dari lembaga survei saat ini kita anggap saja basa basi, karena kita masih mempertanyakan akurasi hasil dari lembaga survei saat ini yang memenangkan pasangan calon nomor urut satu,” tegasnya.

Disinggung mengapa Asyik bersikukuh tidak mempercayai hasil penghitungan cepat saat ini. Dia beralasan karena bercermin dari hasil survei dan hasil penghitungan cepat banyak lembaga survei sangat berbeda. Asyik yang disurvei hanya akan menempati posisi ke 3 pada penghitungan cepat, nyatanya Asyik mampu menyaingi Rindu. Kemudian, dari survei banyak lembaga survei menempatkan Asyik di posisi bontot, nyatanya Asyik mampu di posisi dua.

”Kita melihat peranan lembaga survei saat ini dipertanyakan kredibilitasnya, lihat saja hasil suvei dengan hitung cepat sangat berbeda,” ujarnya.

Artinya, sebut dia, lembaga survei tidak bisa memotret persepsi politik masyarakat Jabar yang sangat dinamis atau bisa berubah-ubah. Di sisi lain lembaga survei pun dinilai tengah menggiring persepsi masyarakat yaitu, menggiring memenangkan pasangan calon nomor urut satu.

”Kita akui hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh banyak lembaga survei yang memenangkan paslon nomor satu ini, sangat menggagu kami. Kami tetap tidak percaya lembaga survei yang mendahului KPU Jabar,” tutupnya.

Di tempat berbeda, Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Miawar-Dedi Mulyadi, sekaligus Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Kusnadi justru memberikan selamat kepada pasangan calon nomor urut satu.

”Kami segenap anggota DPRD Jabar dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Tim Pemenangan Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dengan Dedi Mulyadi mengucapkan selamat atas kemenangannya di Pilgub Jabar. Kami sudah legowo menerima kekalahan. Kami berharap pasangan Rindu bisa amanah kepada rakyat,” katanya.

Sekretaris DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan juga menyampaikan hal senada. Mereka telah mengakui keunggulan Paslon Rindu. Meski Partai Demokrat mengklaim mesin partainya sudah bekerja keras dalam momentum Pilgub Jawa Barat 2018.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan