Debat Publik ke-3, Paslon Peserta Minta Jaminan Keselamatan

Debat Publik ke-3, Paslon Peserta Minta Jaminan Keselamatan
TUNJUKKAN NOMOR: Pasangan calon Gubernur Jawa Barat ini bakal kembali berdebat untuk putaran terakhir yang rencananya akan digelar pada 22 Juni mendatang, sebelumnya mereka berharap jaminan keamanan dari KPU Jabar.
0 Komentar

BANDUNG -Jelang debat publik kandidat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang ketiga, empat pasangan calon kompak meminta jaminan keselamatan ke KPU Jabar sebagai penyelenggara dan Polda Jabar.

Jaminan keselamatan ini diminta karena para pasangan calon termasuk tim pemangan sampai pendukung masing-masing paslon khawatir atas kekacauan pada debat sebelumnya akan terulang lagi.

Anggota Tim Pemenangan pasangan nomor urut empat atau Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, sekaligus Wakil Ketua DPD II Jawa Barat, Zulkifly Chaniago mengatakan pasangan calon nomor urut empat meminta jaminan keselamatan ke KPU dan Polda Jabar saat pelaksanaan debat publik ketiga nanti. Menurut dia, tindakan pasangan nomor urut tiga masih berdampak hingga saat ini yakni potensi konflik dan pertikaian yang sangat besar terutama antara pendukung nomor urut duadan tiga.

Baca Juga:Larang Berikan THR Kepada OrmasPertemuan Ke Dua, Baru Dibayar

”Untuk itu, kami meminta jaminan keselamatan dan jaminan kejadian kekacauan pada debat sebelumnya tidak akan terulang lagi,” tuturnya.

Selain itu, bercermin pada debat sebelumnya, pasangan calon nomor urut empat berĀ­harap ke pihak televisi teruĀ­tama moderator mampumenghentikan kejadian-keĀ­jadian yang dapat menimbulĀ­kan pertikaian ataupun keĀ­kacauan. Alasannya pada debat sebelumnya pihak teĀ­levisi maupun moderator dinilai kurang mampu mereĀ­dam kekacauan.

”Kalau ada ekses negatif sebaiknya cepat dihentikan, karena kejadian debat sebe­lumnya itu benar-benar mem­buat tidak nyaman,” jelasnya.

Disamping itu, bercermin dari debat sebelumnya yaitu akibat alat peraga yang tidak seharusnya ada pada debat muncul. Maka, pasangancalon nomor urut empat meĀ­minta KPU Jabar tegas mengeĀ­nai larangan membawa alat peraga ke dalam arena perĀ­debatan (panggung, maupungedung).

”Karena kejadian kemarin gara-gara alat peraga semua jadi kacau. Untuk itu demi menjaga kondusifitas se­baiknya KPU Jabar tegas mengenai aturan alat peraga,” tutupnya.

Senada disampaikan angĀ­gota tim pasangan nomor urut dua, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan, Indera Sudrajat, mereka berharap KPU dan Polda Jabar bisa mewujudkan kondisi aman.

”Terutama antisipasi dari KPU dan Polda Jabar untuk bisa menghilangkan hal-hal yang dapat membuat perti­kaian atau menjadi kondisi tak aman seperti debat sebe­lumnya,” tuturnya.

0 Komentar