Event Massal Gerakkan Bandung: Pariwisata Pulih, Ekonomi Hidup Lagi

Antrian kendaraan yang terjebak kemacetan di Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Kamis (12/2)
Antrian kendaraan yang terjebak kemacetan di Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung, Kamis (12/2). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengandalkan penyelenggaraan ratusan event, guna memulihkan sektor pariwisata yang sempat terpuruk akibat pengetatan anggaran pemerintah sepanjang awal 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai strategi berbasis mobilitas wisatawan tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kota hingga 6 persen.

Farhan menyampaikan hal itu saat menjadi keynote speaker dalam Transformation MVB Indonesia Sustainability Forum di Artotel Suites Aquila Bandung, Kamis (12/2).

Baca Juga:Meski Sulit, Tuntaskan di Bandung!Bojan Tak Menyerah! Persib Siap Balas Kekalahan di Leg Kedua

Menurut Farhan, Bandung dengan jumlah penduduk sekitar 2,6 juta jiwa memiliki tingkat pergerakan orang yang sangat tinggi. Sepanjang 2025 tercatat sekitar 24 juta pergerakan penerbangan masuk dan keluar, yang setara dengan 12 juta mobilitas orang dari dan ke Kota Bandung.

“Sejak 5 April 2025, setelah Lebaran pariwisata Bandung mulai mengalami momen pemulihan. Ini jadi titik balik bagi industri hotel, restoran dan sektor pendukung lainnya,” kata Farhan.

Dia mengatakan, kebijakan pengetatan anggaran kegiatan dan perjalanan dinas pemerintah berdampak signifikan terhadap industri pariwisata. Ketergantungan hotel dan restoran pada kegiatan MICE pemerintah menyebabkan tingkat hunian anjlok dalam waktu singkat.

“Okupansi hotel yang sebelumnya di kisaran 50-60 persen, sempat jatuh ke angka rata-rata 30 persen selama sekitar tiga bulan. Bahkan, potensi industri pariwisata kita tinggal 38 persen,” ujarnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung mendorong peningkatan mobilitas wisata melalui penyelenggaraan event secara masif. Sepanjang 2025, tercatat sekitar 260 event lokal hingga nasional digelar di Bandung.

“Mobilitas itu kunci. Ketika orang bergerak, pariwisata hidup. Maka kami dorong event sebagai mesin penggerak ekonomi,” ujar Farhan.

Pemerintah kota juga memberikan insentif kepada promotor, di antaranya diskon pajak hiburan PB1 hingga 50 persen bagi event yang dinilai berdampak besar terhadap pergerakan wisatawan.

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Farhan menambahkan, euforia kemenangan Persib Bandung turut memberi kontribusi nyata terhadap perputaran ekonomi. Perayaan yang berlangsung hampir tiga pekan memicu lonjakan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Barat.

“Orang datang, menginap, makan di restoran, belanja di warung. Ekonomi bergerak nyata di level mikro,” katanya.

Selain itu, event olahraga berskala besar seperti Pocari Sweat Run dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata. Pemerintah kota mendorong penyelenggara memperpanjang durasi acara menjadi dua hari untuk mengurai kemacetan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan.

0 Komentar