Dalam deklarasi dukungan tersebut, Gema Keadilan juga membuat kontrak politik dengan pasangan Asyik, yaitu meminta beberapa program harus dijadikan prioritas jika pasangan tersebut terpilih, yakni pelatihan kewirausahaan, membangun fasilitas olahraga di setiap kelurahan, bedah rumah, beasiswa perguruan tinggi serta membangun 1500 kobong di pondok pesantren.
Menanggapi hal tersebut, Calon Gubernur Jawa Barat, Sudrajat mengatakan, apa yang menjadi keinginan Gema Keadilan dalam kontrak politik yang disampaikan adalah program-program yang siap dijalankan pasangan Asyik. Untuk itu, dirinya memgaku tidak merasa terbebani dengan adanya kontrak tersebut dan siap mewujudkan apa yang diinginkan.
“Saya bersama pak Syaikhu sudah memasukan program yang dituntut oleh Gema Keadilan, misalnya 15 ribu kobong dan porgram bedah rumah,” kata Sudrajat.
Baca Juga:Mudah dan Cepat Menjadi Daya Tarik Mendaftar JKN-KIS Melalui MCS BPJS KesehatanHarus Ada Apresiasi untuk Tenaga Pendidik
Sudrajat menyatakan, untuk program lapangan voly dan futsal di tiap kelurahan yang masuk dalam sarana olahraga, dirinya akan membangun satu lapangan bola perkecamatan dan satu lapangan bola di setiap sekolah. Tentunya, hal tersebut adalah upaya pasangan Asyik menyediakan lahan sebagai ruang publik bagi masyarakat di daerah.
“Beasiswa kami juga sudah pasti masukan proram proritas seperti yang sudah ada sekarang, akan tetapi untuk memenuhi hal itu harus diukur dan menyesuaikan dengan kemampuan APBD dan aksebilitas,” kata dia.
Sementara terkait Gema Sejuta Sahabat Asyik, Sudrajat mengatakan, gerakan tersebut ke depannya bukan hanya menjaring generasi milenial saja tetapi harus mampu mengajak semua kalangan. Menurutnya, kaum milenial juga bisa mengajak semua saudara, kerabat serta orangtuanya untuk turut menjadi pemilih.
“Pengaruhnya akan sangat besar sekali bagi pasangan Asyik, bahkan target suara dari gerakan ini bukan hanya sejuta tapi suara sebanyak-banyaknya,” kata dia. (mg1)
