SUKABUMI – Pemerhati Kebudayaan Jawa Barat, Abah Ruskawan menilai kondisi Monumen Palagan Perjuangan Bojongkokosan di Jalan Siliwangi, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi terkesan ditelan bumi.
Padahal menurutnya, lokasi tersebut merupakan saksi dan sejarah para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan dulu. Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera merevitalisasi ikon sejarah kemerdekaan tersebut.
“Palagan seperti hilang ditelan bumi. Padahal, lokasi ini merupakan monumen perjuangan Jawa Barat dan monumen Siliwangi,” ujar Abah Ruskawan, usai kegiatan Diskusi Tanpa Judul bersama beberapa komunitas di wilayah Palagan, Parungkuda, kemarin (4/4).
Baca Juga:UNBK SMK Darul Ma`arif Berlangsung LancarBerdayakan Ponpes dan Santri dengan Koperasi Mitra Santri Nasional
Pria yang menjabat Ketua Bidang Budaya Paguyuban Pasundan itu menyebut, kondisi memprihatinkan terlihat lantaran situ sarat makna sejarah itu seiring waktu kerap terabaikan pemerintah. Oleh karenanya, wajar saja jika rasa memiliki atau pun pemahaman masyarakat akan sejarah masih kurang.
“Salah satu upaya untuk merevitalisasi monumen ini yaitu, bisa diisi dengan kegiatan yang berkaitan perjuangan dulu. Juga bisa melibatkan para tokoh Jawa Barat untuk turun,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Palagan, Sigar Silitonga mengajak masyarakat untuk membuktikan kepedulian terhadap kelestarian monumen perjuangan Palagan ini. Ia mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat mendukung penuh upaya tersebut. “Berbagai upaya untuk mengenang dan memperkenalkan Monumen Palagan sudah diupayakan. Namun, sampai saat ini belum ada tanggapan juga,” lanjutnya.
Bahkan, sebagai upaya nyata, pihaknya juga sudah menawarkan beberapa konsep. Salah satunya dalam penataan lokasi yang dibuat persis seperti dulu. Pengajuan nama para pahlawan untuk dijadikan nama jalan yang ada di Sukabumi juga sempat diajukan. Namun, hingga saat ini belum terlealisasi. “Dari dulu kita sudah usulkan, tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Monumen Perjuangan Palagan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat pada bulan November 1992 silam. Di atas prasasti peresmian tersebut, tertulis kalimat indah yang berbunyi, “Bagi pejuang tak ada satu kepuasaan kecuali hasil perjuangannya diteruskan oleh generasi selanjutnya.(mg1)
