Identifikasi Isu, Kelola Media Selama Krisis

Identifikasi Isu, Kelola Media Selama Krisis
ANDY RUSNANDY/JABAR EKSPRES
KOMPAK DAN SOLID: Tim Humas dan Protokol Pemprov Jawa Barat foto bersama usai menerima enam penghargaan di ajang PRIA 2018 di Surabaya, Kamis (29/3) lalu.
0 Komentar

Mengantisipasi adanya krisis, Pemprov Jabar memiliki Unit Taktis Krisis dengan asas Responsif, Adaptif, dan Kohesif (RAK). Unit ini dikomandoi langsung oleh gubernur. Sedangkan kepala Biro Humas dan Prokotol sebagai juru bicara. ”Apabila perkembangan isu secara spesifik mengharuskan keahlian tertentu, maka unit ini dapat mengikutsertakan dinas terkait,” tegasnya.

Yang paling menarik para juri PRIA 2018 yaitu bagaimana Humas Jabar memetakan dalam menangani krisis. Sebab, terlepas dari berbagai antisipasi yang telah dipersiapkan, keadaan krisis dapat terjadi secara cepat dan mendadak. Terutama ketika bersinggungan dengan para jurnalis. Mereka sudah memiliki Standar Operating Procedure (SOP) untuk mengelola media selama krisis.

Dalam paparannya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali cara kerja wartawan. ”Bagaimana cara bekerja dengan reporter,” katanya. Harus mencoba untuk menjaga hubungan baik ketika bukan waktu krisis, tetapi jangan terlalu dekat.

Baca Juga:Kasus Kebocoran Soal USBN: Pelaku Diancam UU ITENetty: Masyarakat Perlu Pemahaman tentang Autisme

Aksi ini juga bersiap menerima wawancara, tetapi jangan ragu untuk menolak atau mengusulkan lain waktu jika kondisinya tidak memungkinkan. ”Maksudnya tidak ada waktu, sedang tidak bekerja, dan alasan lainnya,” ujarnya.

”Aksi selanjutnya tetap fokus dan berkonsentrasi ketika sedang berbicara dengan wartawan. Karena jurnalis dapat menggunakan informasi apa pun yang diberikan,” tambahnya.

Langkah kedua dirangkum dalam pengingat. Humas Jabar mengingatkan, wartawan adalah perwakilan dari rasa ingin tahu publik yang memiliki tugas untuk menggali informasi. Mereka mencari fakta, bukan untuk iklan, karena mereka butuh ”cerita”. Jurnalis terlatih untuk bertanya: siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana.

”Mereka mencoba untuk meningkatkan polemik dengan menyatukan berbagai sudut pandang; masyarakat, juru bicara, pegawai pemerintahan, LSM, dan lainnya,” paparnya.

Paparan lainnya mengenai tips wawancara. Saat krisis berlangsung, Unit Taktis Krisis harus memahami betul cara menjawab pertanyaan wartawan. Yaitu dengan menjawab dengan singkat, benar, dan tepat, tetapi tidak tergesa-gesa.

Selalu gunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Jangan menyerang media atau wartawan. Jangan pernah gunakan kata-kata ”off-the-record”, karena tidak ada yang ”off the record” bagi wartawan. ”Coba untuk mengendalikan sesi tanya jawab. Walaupun narasumber telah menyetujui pokok pembicaraan wawancara. Serta jangan ikut serta dalam debat kontroversial,” ulasnya.

0 Komentar