oleh

Imlek, Dodol Cina Laris

BANDUNG – Jelang perayaan Imlek. Kue keranjang, lebih dikenal dengan nama dodol cina merupakan salah satu kuliner khas yang menjadi sajian wajib bagi masyarakat Tionghoa.

Makanan berbahan utama tepung beras ketan dan gula pasir ini memang bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari negeri Tionghoa. Namun, kue keranjang ini sudah masuk ke tanah air sejak zaman penjajahan dulu.

Setiap tahun menjelang perayaan Imlek, pembuat kue keranjang selalu kebanjiran pesanan. Salahsatunya dodol cina bermerek Tekkie.Produknya termasuk paling dicari karena popularitas dan kualitasnya sudah dikenal sejak tahun 1950-an. Ada 2 jenis kue keranjang yang diproduksi Tek Kie di Jalan Pejagalan, Bandung ini, yakni rasa original, dan aroma jeruk.

Usaha keluarga yang telah diwariskan turun menurun itu memang menjadi lahan meraup keuntungan yang menjanjikan di setiap tahun. Sebulan sebelum Imlek tiba, geliat produksi sudah terlihat.

Pemilik Kue Keranjang Tekkie, Vincent Ruslianto mengatakan, produksi sudah dimulai sejak sebulan sebelum perayaan imlek. Semula jumlah produksi dodol cina hanya seribu pieces per hari, kini jelang Imlek yang tinggal 10 hari ini, jumlah produksi meningkat hingga empat kali lipat.

”Kita memang bikinnya musiman hanya saat mau Imlek saja. Pada saat sebulan yang lalu kami hanya produksi Seribu pieces per hari, saat dua minggu sebelum Imlek produksinya meningkat menjadi Tiga Ribu pieces per hari, dan sekarang Empat Ribu pieces per hari,” ujar Vincent pada wartawan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga