Di dalam tenda itu pun terdapat papanggungan berukuran 2×2 meter persegi yang sering digunakan untuk tempat tidur. Namun, panggung tersebut sangat terbuka dan orang didalamnya bisa terlihat dari luar. Sehingga Euis mengakusering kepanasan di dalam tenda.
”Kebutuhan air bersih untuk sehari-hari diperoleh dari fasilitas umum yang menyatu dengan MCK yang dibangun oleh pemerintah. Sementara untuk memasak, saya menggunakan tempat yang berada diluar tendanya,” ucapnya.
Saat kami berbincang tentangga Euis juga menceritakan pengalamannya tinggal di bantaran Sungai Citarum. Yati Haryati 32, dia masih bersaudara dengan Euis dan saat ini pun sama tinggal dalam rumah tenda terpal yang dibangun bersebelahan dengan Euis.
Baca Juga:Pet Kingdom Box Bandung Telah DibukaCSR dan Pemerintah Belum Klop
”Saya sengaja membangun itu, karena rumah bilik milik kami sudah rusak parah,” tuturnya.
Tinggal di dalam tenda tentu sangat gerah, karena sirkulasi udara yang terbatas. Begitupun yang dialami mereka,untuk mengakali hal itu jika cuaca panas, mereka memilih keluar dari tenda dan kembali ke rumahnya masing masing. Itu dilakukan karena dirinya mempunyai anak yang masih balita.
”Selama tiga bulan, saya tinggal di tenda ini bersama lima orang. Paling banyak anak anak dan bayi berumur empat bulan,” terangnya.
Selain tenda terpal milik Euis dan Yati, terdapat dua tendaterpal lainnya yang didirikan diantaranya ditempati oleh Delapan orang. Sementara satu tenda terpal lainnya ditempati oleh tetangganya.
”Total ada 30 jiwa yang menempati tiga tenda yang ada. Semuanya saudara,” katanya.
Yati mengungkapkan, pihaknya telah didatangi Satpol PP Kabupaten Bandung untuk memberitahukan jika tenda tenda tersebut harus dibersihkan. Karena akan ada Presiden Joko Widodo yang meninjau Sungai Citarum. Namun katanya, jika tenda tersebut dirobohkan, dia mengaku tidak mempunyai tempat berteduh untuk ditinggali.
”Kalau seluruh tenda ini dibongkar, kami mau tinggal dimana,” ujarnya.
Yani juga berharap, pemerintahbisa merelokasi ke rumah susun, seperti wargaCieunteung dulu.
Baca Juga:Bangun Gedung Desa Untuk Tingkatkan PelayananDesa Cicalengka Kulon Rehab Gedung Bersejarah
”Kami ingin di ungsikan agar ada tempat tinggal, jadi sekarang jangan menyalahkan kami kalau membuat tenda seperti ini,” katanya.
