Setelah Robot Pintar, Kini Kembangkan USG Jarak Jauh

Setelah Robot Pintar, Kini Kembangkan USG Jarak Jauh
MIFTAHULHAYAT/JAWA POS
KIAN CANGGIH: Prof Wisnu Jatmiko (kedua kiri) menjelaskan robot Al Fath kepada asistennya belum lama ini.
0 Komentar

Suami Irma Hany itu lantas menunjukkan drone yang teronggok di lemari. Drone tersebut memiliki fungsi hampir sama dengan robot Odor. Yakni, mendeteksi lokasi kebocoran gas beracun atau titik penting lainnya. Hanya, drone itu berfungsi ketika medan riset dalam keadaan terbakar dan tidak memungkinkan untuk menugasi robot Odor. Dia mengatakan, drone itu bukan hasil risetnya. ”Kami hanya memperbaiki algoritmanya saja,” tuturnya.

Sambil menata beberapa buku di meja kerjanya, Wisnu menceritakan kiprahnya sehingga dikukuhkan sebagai guru besar di UI pada 13 Desember 2017. Bapak lima anak itu lulus dari Teknik Elektro UI pada 1997. Saat itu dia menekui dunia robotika.

Kemudian, dia melanjutkan studi, masih di UI, di bidang ilmu komputer dan lulus pada 2000. Setelah itu, pada 2004–2007 dia melanjutkan studi di Nagoya University, Jepang, di bidang micro-nano engineering. Dengan pendampingan dari Prof Toshi Fukuda, Wisnu meraih gelar doktor dengan riset robot Odor Source Localization.

Baca Juga:Banyak Fasilitas Bangunan Sekolah RusakRabobank Tetap Fokus di Agribisnis

Di tengah riset robot itu, pada 2005 Wisnu mendapat penghargaan Best Student Innovation Award yang diberikan di California, AS. Pria yang sudah membuat 115 paper di jurnal internasional dan konferensi internasional sejak 2001 itu mengaku sangat bangga dan berniat terus mendalami ilmu robotika dan kecerdasan buatan.

Menurut dia, robot masa depan harus dilengkapi sistem kecerdasan buatan. Bukan sekadar robot yang masih dalam kontrol manusia. Untuk itu, dia tertarik mengolaborasikan dua ilmu tersebut. Yakni, robotika dan kecerdasan buatan. Itu merupakan multidisiplin keilmuan. Di dalamnya juga terkait dengan mekanika, elektronika, dan komputer.

Wisnu pun memiliki cara tersendiri dalam menularkan ilmunya kepada generasi muda. Caranya, membuka program magang riset. Program itu khusus untuk ilmuwan muda yang nanti magang di laboratorium CNAHPC. Laboratorium tersebut dikenal dengan Laboratorium 1231 karena menempati ruangan 1231. ’’Tidak hanya untuk mahasiswa atau lulusan UI,’’ katanya.

Dia lantas menunjukkan selebaran lowongan magang terbaru. Pendaftarannya dibuka 15–26 Januari 2018. Peserta kegiatan program magang itu mendapatkan fasilitas materi program magang dan makan siang. ’’Uangnya dari hasil riset-riset saya,’’ tutur Wisnu, lantas tersenyum.

0 Komentar