Adi menuturkan, untuk menjadikan Pilgub Jabar yang menarik, ada baiknya kombinasi yang sudah ada dapat dipertahankan. Khususnya pasangan Demiz-Syaikhu yang paling berpotensi berkompetisi ketat dengan Ridwan Kamil.
”Kombinasi pasangan calon paling memungkinkan terjadinya kompetisi yang seru hanya dengan kemunculan tiga pasang calon yang di dalamnya terdapat Emil, Demiz, dan Dedi,” tuturnya.
Menurutnya, Pilgub Jabar akan berlangsung tidak kompetitif apabila koalisi yang dibangun Demiz-Syaikhu bubar. Hal tersebut, tentunya akan mengakibatkan keuntungan yang besar bagi Ridwan Kamil.
Baca Juga:Ini Jadwal Kick-off Piala Presiden 2018Incar 5 Pemain Persipura
Sementara itu, perwakilan DPD Partai Golkar Jawa Barat kecewa berat atas sikap bakal calon gubernur Jabar Ridwan Kamil. Sebab, perwakilan DPD Golkar tak ditemui saat menyerahkan pencabutan SK rekomendasi dari DPP Golkar.
Surat pencabutan itu sendiri diantar Wakil Sekretaris Bidang Hukum DPD 1 Jabar Sarjono dan Koordinator PK Golkar Yayan Heryana. Mereka berdua datang ke Pendopo Kota Bandung.
”Kami datang ke sini, jauh-jauh dari Jakarta ingin menyampikan langkah prosedural mengantarkan surat pencabutan pengesahan yang awalnya mendukung Emil (Ridwan Kamil, Red). Tapi dia (Ridwan Kamil) malah pergi,” kata Sarjono kepada wartawan di Pendopo Kota Badung, kemarin (18/12).
Selama hampir 90 menit perwakilan DPP itu harus dibuat menunggu. Sarjono makin kecewa. Sebab surat yang akan diserahkan langsung itu malah diterima pihak pengamanan. ”Tadi ajudannya datang suruh nunggu. Tapi nggak ada kabar lagi, nggak ada alasan dia malah pergi,” sebutnya sambil mengatakan, mereka tiba di Pendopo Kota Bandung pukul 12.00, dan hingga pukul 14.30.
Di sisi lain, Ridwan Kamil mengaku, belum menerima surat keputusan resmi mengenai pencabutan surat dukungan terhadap dirinya untuk Pilgub 2018 dari DPP Golkar.
”Informasi itu datang dari bentuknya jpeg (format soft file foto, Red) kan begitu ya dari HP ke HP. Jadi saya belum menerima secara resmi,” ujar pria yang akrab disapa Emil itu di Pendopo, Kota Bandung, kemarin.
Emil mengatakan, tahu kabar pencabutan dukungan dari media massa. Namun, kata dia, jika Golkar benar-benar menarik dukungan, akan ada surat resmi yang datang kepadanya. Untuk itu, Emil enggan berkomentar lebih jauh mengenai kabar pencabutan tersebut sebelum surat resminya dia pegang.
