“PT Zurich Insurance Indonesia sudah berkomitmen tinggi untuk ikut berkontribusi terhadap solusi-solusi inovatif yang tujuannya untuk meningkatkan ketahanan masyarakat dengan risiko terdampak banjir. Salah satunya selain ikut berpartisipasi luncurkan FEWEAS, Kita pun gagas program Community Flood Resillence atau CFR sejak 2013, dan baru-baru ini di Jakarta Kita pun luncurkan aplikasi informasi dini insiden atau bencana yang terjadi di area Jabodetabek yang disebut Z-Alert,” katanya.
Sementara itu, Ketua Peneliti ITB Dr Armi Susandi menuturkan, FEWEAS atau Floody Early Warning and Early Action System Citarum ini dibangun dengan sistem tercanggih sehingga memberikan informasi prediksi cuaca ekstrim dan banjir secara tepat untuk 3 hari ke depan, terutamanya untuk wilayah DAS Citarum.
“Peringatan banjir dihasilkan dari kombinasi antara prediksi cuaca dengan prediksi genangan resolusi dan ketepatan tinggi,” tuturnya.
Baca Juga:Pohon Kudu Jadi Tanamanan KesayanganPromosi Geopark Nasional Ciletuh Melalui Seni Budaya
Selain prediksi cuaca dan genangan lanjut Armi Susandi, FEWEAS Citarum ini menyediakan prediksi curah hujan jangka panjang yaitu, hingga 5 tahun ke depan. Prediksi curah hujan dan kerentanan iklim tersebut dapat dimanfaatkan selain untuk prediksi banjir jangka panjang juga untuk antisipasi kekeringan. (mg2/ign)
