Strategi AMBU Membangun Warung Literasi

Strategi AMBU Membangun Warung Literasi
STIMULUS WARGA: Sri (kanan) menunjukan piagam penghargaan Terbaik I Kepala SD Katagori Karya Tulis Simposium Nasional Tahun 2017.
0 Komentar

AMBU merupakan strategi manajemen yang digunakan dalam kepemimpinan 4 M yang terdiri dari: Mempengaruhi, Menggerakkan, Mengembangkan dan Memberdayakan warga sekolah di SDN Ciateul. Warga sekolah yang dimaksud terdiri dari peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, orangtua murid dan stake holder pendidikan yang terkait dengan SDN Ciateul. Strategi AMBU ini penulis kembangkan berdasarkan intisari nilai-nilai kearifan lokal budaya Sunda yang tertuang dalam peribahasa Sunda yang sudah familiar digunakan dalam keseharian masyarakat Jawa Barat, khususnya yang penulis amati dan cermati di kota Bandung.

”Kata arahkan dari kalimat AMBU, yakni mearahkan sesuai potensi untuk mencapai tujuan sebagai kepala sekolah dalam melaksanakan kepemimpinan 4M memberikan arahan dan panduan kepada warga sekolah mengenai apa, siapa, dan bagaimana melaksanakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.”\

Sri memberikan arahan dengan cara “handap asor” (bersikap sopan dan santun dalam menyampaikan arahan) serta “nyaur kudu diukur nyabda kudu diungang” (bermakna menjaga ucapan atau tindakan agar tidak menyakiti orang lain khususnya yang diberikan arahan). Komunikasi yang dilakukan multi arah dengan harapan terjadi komunikasi yang efektif yakni pertukaran informasi, ide, perasaan yang menghasilkan perubahan sikap sehingga terjalin sebuah hubungan baik antara pemberi pesan dan penerima pesan.

Baca Juga:Dulu seperti Becak, Kini 60 Km/JamKades Se-Jabar Berkumpul di Jade

Lanjutnya, pengukuran efektifitas dari suatu proses komunikasi dapat dia lihat dari tercapainya tujuan dia sebagai pengirim pesan kepada yang dikirimi pesan yaitu warga sekolah. Sebagai kepala sekolah, Sri berupaya agar dapat menjadi sosok yang “landung kandungan laer aisan” (dapat mengayomi diri sendiri dan warga) SDN Ciateul.

Motivasi ditingkatkan salah satu strategi yang dilakukan dalam menjalankan kepemimpinan 4M, memberikan motivasi ke seluruh warga sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah penting dalam pengembangan motivasi kerja guru. Motivasi merupakan kemauan seseorang untuk mengerjakan sesuatu (inner state) dengan cara tertentu. Peran sebagai motivator yang diemban penulis dilakukan dengan mengadopsi nilai lokal budaya Sunda yaitu “ulah elmu ajug”, bermakna jangan menasehati orang tetapi dirinya sendiri butuh dinasehati. “Dengan demikian saya berupaya agar mampu menjadi sosok yang “batok bulu eusi madu” yang bermakna memiliki kompetensi dalam memimpin SDN Ciateul. Oleh karena itu saya melakukan banyak hal untuk meningkatkan kompetensi dalam berbagai bidang. Sosok yang mumpuni tentunya dapat dijadikan teladan oleh warga sekolah sehingga ucapannya didengar karena dapat dibuktikan kebenarannya.

0 Komentar