Menurut dia, banjir kali ini di luar dugaannya. Sebab, biasanya meskipun hujan besar air tak pernah masuk ke dalam rumah.
Sementara itu, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidan Kemaritiman bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat duduk bersama dalam acara bertajuk Lokakarya Penataan Sungai Citarum. Hal tersebut dilakukan untuk membahas permasalahan yang dianggap sebagai sungai terkotor di dunia.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari berbagai unsur pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta lembaga pemerintah lainnya seperti TNI-Polri hingga masyarakat pegiat Citarum. Termasuk para pimpinan perusahaan yang beroperasi di sekitar Sungai Citarum.
Baca Juga:Pemkab Miliki 7 Pasar BesarDemokrat: Fix Demiz-Syaiku
Menko Maritim Luhut B. Panjaitan mengungkapkan, pencemaran Sungai Citarum dinilai akan berdampak besar terhadap generasi mendatang. Sebab, limbah serta sampah yang mengalir di sungai bermuara ke laut dan akan mengontaminasi biota di dalamnya.
”Sebab, air yang mengaliri padi terkontaminasi, masuk ke laut ikannya terkontaminasi, dan nanti ikan dimakan ibu-ibu hamil ikut terkontaminasi juga,” kata Luhut kemarin.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya maksimal dan bertekad kuat mengatasi masalah pencemaran Sungai Citarum. Menurutnya, perlu langkah bersama agar sungai yang pernah dicap sebagai salah satu sungai terkotor di dunia ini bisa kembali bersih.
”Jadi enggak bisa sendirian, harus ramai-ramai selesaikan hal ini. Sebab, ini sumber musibah, mata air harus dijaga, kita harus fokus jangan bicara tentang perbedaan, tapi kerja bersama,” urainya.
Dikatakan dia, salah satu langkah yang pihaknya lakukan adalah bekerjasama dengan Kementerian Industri untuk mengumpulkan semua industri yang ada di bantaran sungai agar lebih sadar lingkungan.
Luhut mengatakan, tidak perlu anggaran besar atau meminjam dana dari luar negeri, namun hanya perlu semua program tersinkronisasi dan fokus bekerja agar Sungai Citarum tertata dengan baik.
”Cost limbah harus dimasukkan ke cost produksi industri tersebut. Sehingga tidak akan membebani dia dan merusak kualitas air. Tidak perlu pinjam dana dari luar, kalau ada yang mau menyumbang silakan,” urainya.
Baca Juga:Sekolah Minim Siswa, Disdik Harus TelusuriKabar Baik, Kondisi Sergio Nyaris Seratus Persen
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyambut baik partisipasi dari Menko Maritim maupun pihak lainnya untuk menanggulangi persoalan Sungai Citarum. Menurutnya, dengan bertambahnya partisipan maka pekerjaan akan lebih mudah.
