Lingkungan di sekitar madrasah pun perlahan berubah, kini botol-botol minuman keras tak lagi ditemukan di pinggiran jalan desa.
“Ya perlahan mulai berubah, kalau dulu di siang hari, suka ada yang minum-minum, sekarang alhamdulillah tidak ada, tetangga yang lain juga mensyukuri hal ini,” katanya.
Ada cerita yang menarik, ucap Ubun, anak dari mucikari dititipkan untuk belajar ilmu agama di madrasahnya.
Baca Juga:Fungsi Keluarga Harus DiprioritaskanFasilitasi Perekaman e-KTP
“Harimau juga tidak akan memakan anaknya sendiri, ini juga cara kami mengubah lingkungan menjadi lebih baik, bila tak bisa mengajak ke orang dewasa, dekati anak-anaknya dulu,” ujarnya.
MDT Al Fatih tak menetapkan tarif untuk setiap anaknya, anak-anak hanya disediakan “kencleng sauyunan” dengan nilai infaq semampunya. “Saya juga masih suka keliling kampung menjajakan mengasah pisau, kadang ke (jadi kuli) bangunan, alhamdulillah Allah selalu memberikan rezeki,” kata Ubun.
Upaya Ubun dan istrinya, menarik perhatian Yayasan Tenda Visi Indonesia yang digalakkan oleh para mahasiswa yang membantu memberikan alat-alat belajar mengajar dan bantuan operasional.
Saat ini, pun Ubun dan Yayasan Tenda Visi Indonesia tengah menggalang dana untuk biaya perbaikan bangunan madrasah yang nyaris ambruk itu. (rus/yan)
