JABAR EKSPRES – Suasana haru dan duka menyelimuti kediaman keluarga pramugari pesawat ATR 42-500 di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Keluarga besar Esther Aprilita memilih berserah diri kepada kehendak Tuhan, sembari memanjatkan doa agar keajaiban masih menyertai sang pramugari.
Paman Esther, Arya, mengungkapkan bahwa hingga kini keluarga masih memegang harapan, meski harus dihadapkan pada kenyataan pahit.
Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota
“Masih, masih berduka ya. Beginilah kalau harapan untuk hidup itu pasti tapi ya itu kan,” ungkap Arya di Caringin, Senin (19/1).
“Jika tuhan izinkan dia selamat Alhamdulillah puji tuhan, istilahnya harapan itu berapa persen lagi lah harapan,” sambungnya.
Meski begitu, pihak kekuarga memiliki keinginan bahwa Esther dapat diselamatkan. “Kalau Keluarga pengen kali lah semua keluarga hidup, tapi gimana tuhan merencanakan,” tambahnya.
Diketahui, Esther Aprilita berada dalam Pesawat 42-500 rute Yogyakarta-Makassar mengalami hilang kontak Sabtu (17/1/2026) lalu sekitar pukul 13.17 WITA.
Pesawat PK-THT lepas landas pukul 09.08 WITA dan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 12.22 WITA.
Kini, pihak Basarnas sedang berupaya untuk melakukan evakuasi. Pesawat ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026) kemarin. (Reg).
