Pengelola Bandung Zoo Klaim Perawatan Satwa Terus Dilakukan di Tengah Evaluasi Pemerintah

Pengunjung memberi makan satwa rusa di Kebun Binatang Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Pengunjung memberi makan satwa rusa di Kebun Binatang Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengelola Bandung Zoo menyatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya perawatan satwa di tengah sorotan organisasi konservasi dan evaluasi pemerintah terkait masa depan kebun binatang tersebut.

Pemerintah Kota Bandung juga masih membahas opsi pengelolaan Bandung Zoo ke depan. Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi’i mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kondisi satwa agar tetap sehat secara fisik dan mental.

“Kita lakukan rapat, treatment yang terbaik untuk satwa-satwa yang kita miliki, salah satunya seperti memberikan mainan,” katanya kepada wartawan, Senin (19/1).

Baca Juga:Persib Hampir Full Team, Maung Bandung Siap Menggila di El Clasico IndonesiaBukan Sekadar Tiga Poin, Marc Klok Tegaskan Duel Persib vs Persija Soal Harga Diri Kota

Sulhan menyebut kecil kemungkinan satwa merasakan kondisi seperti di habitat aslinya. Namun, menurut dia, pengelola berupaya memberikan perawatan terbaik.Dirinya juga menyampaikan, penanganan terhadap orangutan dan gajah yang diduga mengalami stres telah dilakukan oleh tim medis.

“Kita lakukan kegiatan-kegiatan yang memberikan enrichment-enrichment untuk pola makan, mengajak mereka jalan, itu kita lakukan,” ujarnya.

Terkait pakan satwa, Sulhan mengatakan seluruh kebutuhan pakan masih ditanggung Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.

Dia menegaskan komitmen pengelola menjaga kesejahteraan satwa di tengah konflik internal Bandung Zoo.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan pembahasan mengenai masa depan Bandung Zoo masih berjalan. Pemerintah sedang mendiskusikan tiga opsi pengelolaan.

“Ini masih dalam pembicaraan ya,” ujar Farhan.

Menurut Farhan, opsi pertama adalah mempertahankan kebun binatang dengan konsep yang berjalan saat ini. Opsi kedua, kebun binatang tetap ada dengan pengurangan jumlah satwa dan perluasan ruang terbuka hijau.

Opsi ketiga, mengubah kebun binatang menjadi kawasan ruang terbuka hijau. Salah satu pertimbangan utama adalah target peningkatan luasan ruang terbuka hijau di Kota Bandung.

Baca Juga:Di Bawah Kepemimpinan Prabowo, Mentan Amran Antar Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025Meski Pincang, Macan Kemayoran Pede Tantang Persib di GBLA

Farhan menilai pengelolaan Bandung Zoo memiliki kerumitan karena melibatkan kewenangan lintas pemerintah.”Satwa-satwa dilindungi itu merupakan titipan dari negara. Jadi mau tidak mau kita harus melibatkan tiga level pemerintah,” pungkasnya.

0 Komentar