Sementara itu, Guru Besar Fakultas Keperawatan Unpad yang juga pakar keperawatan Indonesia Prof Suryani mengatakan, dari riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan, prevalensi gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke atas mencapai 14 juta orang. Jumlah itu sekitar 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk prevalensi gangguan jiwa berat, seperti skizofrenia mencapai sekitar 400.000 orang.
Rincian lainnya, kata dia, di Jawa Barat, permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ringan tercatat sebanyak 4.324.221 orang dari total penduduk 46.497.000 orang. Sedangkan ODGJ berat sebanyak 74.395 orang. Pasung ada 10.638 orang. ”Undang-Undang nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa sudah disahkan. Tapi, pelaksanaannya belum dapat dilaksanakan,” kata Suryani, baru-baru ini. (mg1/bbs/rie)
