”Reinkarnasi” Jenderal Soedirman di Tengah Perayaan HUT TNI

”Reinkarnasi” Jenderal Soedirman di Tengah Perayaan HUT TNI
MIRIP JENDERAL SOEDIRMAN: Ganang Priyambodo Soedirman saat memerankan kakeknya.
0 Komentar

Tapi, dia mengakui, sang nenek, Siti Alfiah Soedirman, yang mengasuhnya sejak kecil di Jogjakarta pernah mengatakan bahwa Ganang mirip sekali dengan almarhum suaminya. ”Katanya sih hidung saya (yang paling mirip, Red),” tutur Ganang.

Hidung milik Ganang itu pula yang selama ini jadi acuan utama pembuatan patung-patung Jenderal Soedirman. Juga potret-potretnya.

Kebetulan Ganang juga seorang seniman. Turut terlibat dalam pembuatan beberapa patung Soedirman. Sesekali juga mencocokkan dengan cuplikan di arsip nasional. Karena itu, sesekali dia juga jengkel dengan patung-patung yang dianggap tidak menggambarkan sang kakek secara tepat. Misalnya, patung di depan Markas Besar TNI-AD

Baca Juga:Cetak Rekor Lap, Hamilton Rebut Pole F1 GP JepangLima Belas Klub Liga I Ancam Mogok

”Sebenarnya salah kalau Mbah Kakung pakai sepatu lars waktu gerilya. Seringnya pakai pantofel atau selop,” katanya.

Selain Nyonya Soedirman, ada juga perempuan yang yakin bahwa Ganang mirip dengan jenderal legendaris tersebut. Bahkan, lebih dari mirip. Dia adalah sang istri, Erni Kumalawati.

”Rasanya seperti ada roh Jenderal Soedirman yang masuk ke sini,” katanya sambil memegang pundak sang suami. Ganang cuma senyum-senyum.

Ganang mengaku sebenarnya kurang begitu sreg dengan penggambaran umum tentang kakeknya yang dinilainya tak utuh. Soedirman yang semata dilukiskan secara militeristis, necis, dan tegas.

Bahkan hampir dikultuskan. Konon kalau sang jenderal sudah mengacungkan keris ke angkasa, hujan akan berhenti. Padahal, Ganang masih ingat beberapa waktu sebelum meninggal, jurnalis dan wartawan perang legendaris Indonesia Rosihan Anwar pernah bercerita kepadanya. ”Kakekmu itu orang pendiam, gak pernah ingin terkenal,” kata Ganang menirukan ucapan Rosihan.

Tampilannya pun sangat sederhana, tidak seheboh yang digambarkan di lukisan-lukisan. Tujuh bulan setelah gerilya, seluruh pakaiannya sudah kotor tidak keruan. ”Jas panjangnya itu baunya sudah tidak karu-karuan,” ungkapnya.

Setelah sukses memimpin gerilya dan diangkat menjadi panglima oleh Presiden Soekarno pun, Soedirman tidak bisa ditempeli kemewahan. Surat kabar asing waktu itu bahkan menurunkan kepala berita bahwa Indonesia baru saja mengangkat seorang lulusan SD menjadi jenderal besar.

Baca Juga:Uniknya Wisata ’Dunia Terbalik’All U Can Eat Dimsum di Harris Hotel Bandung

Foto yang dipasang di halaman berita tersebut juga bukan foto Jenderal Soedirman, melainkan Letjen TNI Soedirman, ayahanda mantan Gubernur Jatim Basofi Soedirman. ”Yang dilantik Soedirman Jogjakarta, yang dipasang Soedirman Surabaya,” kenang Ganang.

0 Komentar