Kapolres Bandung AKBP Nazly M Harap tidak ingin peristiwa pelemparan flare ke dalam stadion pada pertandingan Persib melawan Persija di Stadion GBLA dan tewasnya pendukung Timnas di Stadion Pakan Sari Bekasi terulang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.
”Beberapa pertandingan tidak ada maslah yang berarti dan audah menunjukan tren yang positif,” kata Nazly.
Nazly menilai, dua laga yang dilakoni Persib di Stadion si Jalak Harupat bobotoh sudah mulai menunjukan kedewasaaanya. ”Saya harap bobotoh terus seperti itu dan menjaga sportifitas. Sepakbola itu hiburan bukan menjadi hal yang harus ditakuti, sehingga tidak menjadi beban pihak keamanan,” ungkapnya.
Baca Juga:BSMSS Kodim 0609 Rehab JalanDisdik Kerahkan Ribuan Siswa, Serentak Belajar di Luar Kelas
Kabag Ops Polres Bandung Kompol Widi Setiawan mengungkapkan untuk menjaga masuknya flare, senjata tajam masuk pintu stadion akan dijaga oleh anggota Brimob, TNI dan Polwan.
Pada pertandingan tersebut pihaknya akan menerjunkan 1.800 personel Polisi gabungan yang terdiri dari Anggota Polisi Polres Bandung, Brimob Polda Jabar, TNI, Kodim, Koramil, Instansi terkait, Satpol PP dan Dinas Pergubungan Kabupaten Bandung.
”Kami imbau kepada pendukung Persib untuk tidak membawa flare ke dalam stadion. Khususnya kepada ketua Bobotoh, Viking, Bomber dan lainnya untuk disosialisasikan kepada anggotanya. Hal tersebut tidak diperbolehkan yang nantinya akan merugikan tim kesayangannya,” imbaunya.
Untuk mengantisipasi itu, dari mulai pintu masuk penonton akan disweeping di badan, jaket dan tasnya. Widi menilai, biasanya flare yang masuk ke dalam stadion di bawa oleh penonton perempuan. ”Kalau sama Polisi iba terlebih dahulu sebelum diperiksa. Untuk memeriksa perempuan kami melibatkan Polwan, jadi kalau ada Polwan bisa diperiksa di seluruh tubuhnya,” ujar Widi.
Pihaknya berpesan kepada pendukung Persib untuk menjaga keamanan dan kenyamanan yang dapat merugikan Persib. ”Dendanya bisa sampai Rp 50 juta kalau menyalakan flare. Tolong menjadi Bobotoh dan sporter yang baik, tolong patuhi bersama banyak cara unyuk mensupport selain dengan alat-alat berbahaya. Dengan koreo dan sorak juga sudah memberikan motivasi,” pungkasnya. (rus/ign)
