Kepala Sekolah TK Tunas Harapan Ai Kurniasari menjelaskan, sekolahnya menjadi rujukan yang membawahi 16 TK dan 28 PAUD di Kecamatan Sukajadi. Sekolah ini, ungkapnya, sudah menerapkan pola pembelajaran sentra. Yakni sentra persiapan, kreativitas, bahan alam, olah tubuh, ibadah, dan lainnya. ”Setiap Jumat anak Jumatan di masjid secara berjamaah,” jelasnya. Dengan pola itu, anak-anak betah di sekolah. Sebab, di sekolah menjadi arena bermain.
Di sekolah yang dia pimpin, semua gurunya merupakan lulusan sarjana di bidang pendidikan usia dini. Terdapat 49 siswa dan 6 guru. Setiap Rabu, sesuai dengan program Rebu Nyunda, pihaknya mewajibkan seluruh siswa dan guru untuk berbahasa Sunda. ”Bahkan salam kepada guru juga harus rengkuh (hormat, Red). Dari mulai datang ke sekolah,” ujarnya.
Yang menjadi kelebihan sekolah ini yakni sudah menerapkan Teaching Piramid Model (TPM). Yakni pola penekanan kemandirian dan kedisiplinan anak-anak. Metode ini mengajarkan bagaimana anak disiplin mulai dari menyimpan sepatu, gantung tas, buka buku tabungan, dan lainnya.
Baca Juga:Jokowi Akan Berpangsi SundaPesawat N219 Membutuhkan Kucuran Dana Pemerintah
”Metode ini merupakan hasil penelitian dari salah satu dosen UPI. Sekolah ini mengaplikasikannya,” katanya.
Dia mengaku, sangat bersyukur dengan adanya metode ini. Hasilnya memuaskan. Dia membandingkan setahun sebelum adanya metode tersebut. Pertama kali masuk sekolah, anak biasanya belum berani ditinggal orang tuanya. Sehingga orang tua terpaksa tidak bisa pulang ke rumah karena harus menunggu anaknya selesai sekolah.
”Anak-anak baru dua minggu masuk ada yang ngadat.Harus ditungguin orang tua. Pola ini hanya seminggu sosialisasi saja. Selebihnya semuanya tertib karena sudah menjadi kebiasaan. Orang tua akhirnya hanya mengantar anak ke sekolah, dan datang lagi ketika menjemput,” pungkasnya. (and/rie)
