oleh

Mensos Soroti Kekerasan di Sekolah

jabarekspres.com, NGAMPRAH – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, kekerasan atau bullying yang terjadi di sekolah menjadi tanggungjawab penuh pihak sekolah. Seperti halnya yang terjadi di SD Longkewang, Sukabumi, Jawa Barat yang mengakibatkan SR,8, murid kelas II meninggal dunia. Khofifah menilai, pihak sekolah harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Siswa tersebut meninggal setelah mengalami benturan di bagian kepala.
“Itu menjadi tanggungjawab pihak sekolah mulai dari kepala sekolah dan guru,” katanya seusai meninjau pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III di Lembang, Kamis (10/8).

Khofifah menilai, dalam peristiwa tersebut ada unsur kelalaian yang dilakukan guru. Seharusnya guru, bukan hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mengajarkan etika dan adab kepada anak-anak disertai dengan pengawasan yang ketat di lingkungan sekolah. “Karena terjadi di lingkungan sekolah maka pihak sekolah harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Khofifah menambahkan, kasus seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi jika guru lebih awas dan peka dalam memonitor sikap dan perilaku seluruh murid didiknya. Ia yakin kejadian tersebut adalah puncak konflik akibat saling ejek yang berujung dengan perkelahian. “Semestinya, guru bisa langsung merespons. Bisa dengan menengahi kedua anak itu, atau memanggil orangtuanya. Apabila sudah tidak bisa lagi, maka harus dicari solusi efektif sampai kemungkinan mengembalikan kepada orang tua,” tuturnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga