”Tolong mulai sekarang setelah launching ini, polisi bersama Dishub bisa menindak preman-preman yang memungut parkir liar. Karena di situ sumbernya dan di mana ada parkir diambil biasanya ada korupsi dan uang yang masuk bukan ke negara,” ujar Emil usai meresmikan mesin e-parkir di jalan Braga Pendek, Kota Bandung, Jumat (4/8) lalu.
Perpindahan pembayaran parkir dari manual ke sistem pembayaran elektronik diakui Emil memang memerlukan waktu. Agar masyarakat dapat terbiasa menggunakan e-parkir.
”Ini kan hal baru. Dimana membayar parkir yang biasa manual menjadi elektronik pasti butuh waktu. Masyarakat sudah puluhan tahun terbiasa bayar parkir ngambil uang kemudian bayar ke manusia ke tukang parkir tiba-tiba harus berubah,” ucapnya.
Baca Juga:Telkom Jabar Lepas 38 Calon Jemaah HajiAdvance Optimistis Petumbuhan Penjualan Melebihi 10 Persen
Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, penggunaan mesin parkir ini akan dievaluasi setelah satu tahun berjalan. Apakah sistem tersebut berjalam efektif atau tidak
”Di beberapa negara kesuksesan itu butuh waktu dua tahun. Dari hasil penelitian paling cepat itu 1,5 tahun. Nanti dievaluasi setelah satu tahun apakah pendapatan naik seperti tujuan kita,” tegas Emil.
Dengan adanya mesin parkir ini Emil berharap penerimaan parkir di Kota Bandung bisa lebih maksimal. Tidak ada lagi orang-orang yang tidak berhak bisa mengambil uang parkir.
Selain itu, Emil juga meminta kepada Dishub untuk mempermudah masyarakat mendapatkan kartu parkir. Yaitu dengan menjual kartu parkir di tempat-tempat yang mudah dijangkau terutama bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. (pan/bbs/rie)
