Kurikulum SMK Harus Ikuti Kebutuhan Pasar

Motor Android SMK 8
AMRI RACHMAN DZULFIKRI/BANDUNG EKSPRES
TUNJUKAN KARYA: Siswa menunjukan perangkat motor yang bisa dikendalikan melalui aplikasi android di SMK Negeri 8 Bandung, Jalan Kliningan, Buah Batu, Kota Bandung, Senin (1/2)
0 Komentar

Secara keseluruhan, saat ini program tersebut melibatkan 1019 SMK dan 308 industri. Baik untuk Jatim, Jateng, DIJ, dan Jabar. “Sebagian SMK dibina oleh lebih dari satu perusahaan, sesuai dengan program keahlian yang dimiliki,” tutur Airlangga. Selanjutnya, program itu secara bertahap akan dilanjutkan di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera.

Grup Astra Otoparts sebagai tuan rumah juga berencana untuk mempererat hubungan kerjasama dengan 71 SMK di Jawa Barat melalui 17 anak perusahaan Astra Otoparts. ”Keunggulan negara-negara maju itu karena UKM-nya jalan. Hal itu disebabkan pendidikan vokasinya berjalan. Di Jerman, sekolah vokasi itu bisa sampai tiga tahun. Proporsinya, 70 persen magang dan 30 persen teori,” ujar Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto.

Upaya link and match antara SMK dan industri tersebut juga disambut antusias oleh sekolah-sekolah kejuruan yang terlibat dalam program.  ”Tentu kami sangat menyambut baik. Kami jadi bisa menyiapkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi untuk masuk di dunia industri. Selama ini itu yang menjadi kendala, lulusan-lulusan SMK cukup sulit untuk menembus industri. Di posisi tersebut kami khawatir kurikulum yang diberikan sudah tidak match dengan kebutuhan industri,” papar ujar Kepala Sekolah SMK Wikrama Bogor Iin Mulyani.

Baca Juga:Elemen SMAN 27 Bela KepsekAspal Bandara Ganggu Penerbangan

Sampai 2019, Kemenperin menargetkan program pendidikan vokasi industri diikuti 1.775 SMK dan 355 industri. Jumlah lulusan yang dihasilkan diharapkan mencapai 845.000 orang dan tersertifikasi.

”Sebagai tindak lanjutnya, telah dilakukan penyelarasan kurikulum dan silabus sesuai dengan kebutuhan industri, serta penyusunan modul pembelajaran untuk 25 kompetensi keahlian bidang industri, dan telah disampaikan hasilnya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkas Airlangga. (byu/agf/rie)

0 Komentar